BUMN Dilibatkan Garap Proyek Infrastruktur ESDM Rp 3,6 T

BUMN Dilibatkan Garap Proyek Infrastruktur ESDM Rp 3,6 T

Dina Rayanti - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2016 16:43 WIB
BUMN Dilibatkan Garap Proyek Infrastruktur ESDM Rp 3,6 T
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pertemuan dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membahas pengadaan proyek infrastruktur. Sejumlah BUMN antara lain PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT LEN, PT INTI, PT PLN, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad, PT Pertamina, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk, hadir dalam pertemuan itu.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, M. Teguh Pamudji, menjelaskan pihaknya akan menggandeng BUMN dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur ESDM. Saat ini, BUMN bisa ditunjuk langsung menggarap proyek-proyek pemerintah tanpa harus lelang terlebih dulu.

"Ada PP (Peraturan Pemerintah) nomor 79 tahun 2015 mengenai jasa konstruksi. Kemudian ada Perpers juga tahun 2016, bahwa sebetulnya untuk pengadaan barang dan jasa bisa ditunjuk langsung BUMN. Nggak perlu diadakan lelang. Jadi, inilah kita mengundang BUMN," ujar Teguh Pamudji usai pertemuan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian ESDM mendapatkan alokasi yang cukup besar dalam proyek infrastruktur. Sebagian proyek infrastruktur tersebut ada yang sudah dilelang.

"Ini kan ada alokasi anggaran dari APBN, untuk infrastruktur jumlahnya cukup signifikan sekitar kurang lebih masih ada Rp 3,6 triliun," ujar Teguh.

Dia mencontohkan, salah satu proyek ESDM yang sedang digarap BUMN adalah jaringan gas kota dan pembangunan SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas). Proyek ini digarap oleh Pertamina.

Selanjutnya, Pertamina akan menggandeng BUMN konstruksi seperti Wijaya Karya atau Adhi Karya untuk ikut terlibat dalam membangun jaringan gas kota dan SPBG.

"Kita tugaskan ke Pertamina untuk mengelola jaringan gas kota dan pembangunan SPBG. Nah, Pertamina biasanya melakukan pelelangan untuk melakukan kerja fisiknya, sekarang bisa dikerjasamakan pekerjaan itu dengan BUMN yang biasa mengerjakan konstruksi seperti Wijaya Karya dan Adhi Karya," pungkas Teguh. (hns/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads