Nilai Investasi Kilang di Tuban US$ 13 M dan Bontang US$ 14 M

Nilai Investasi Kilang di Tuban US$ 13 M dan Bontang US$ 14 M

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2016 11:40 WIB
Nilai Investasi Kilang di Tuban US$ 13 M dan Bontang US$ 14 M
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Pemerintah membulatkan tekad membangun kilang minyak di Indonesia setelah kurang lebih 20 tahun lamanya tak ada kilang baru. Dua kilang yang tengah dalam proses berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur dan Tuban, Jawa Timur dengan nilai investasi yang besar.

"Kalau terintegrasi dengan petrokimia itu,Β  sekitar di atas US$ 10 miliar, yaitu Bontang US$ 14 miliar dan Tuban US$ 13 miliar," ungkap Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/2/2016)

Bila dikonversi dengan nilai tukar sekarang, nilai investasi mencapai di atas Rp 100 triliun untuk satu kilang. Pembangunan kilang tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pertamina sebagai penanggung jawab, mengundang investor untuk menanamkan modal dalam pembangunan kilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi nggak kecil memang, maka itu Pertamina harus menggandeng pihak investor," ujarnya.

Kilang yang dibangun, kata Edwin memang tidak hanya berhenti di industri hulu, namun juga sampai ke hilir. Agar memiliki nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan.

"Jadi cukup masif. Kita nggak mau juga berhenti sampai di BBM saja, tapi sampai industri hilir. Karena value added-nya (nilai tambah) di situ. Di petrokimia," terangnya. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads