Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Feb 2016 16:39 WIB

PGN Akan Bangun 60 Unit SPBG Hingga 2019

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Humas PGN Foto: Humas PGN
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menambah infrastruktur gas bumi, salah satunya dengan membangun 60 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) hingga 2019.

"Mulai 2016-2019, kami merencanakan pembangunan SPBG sebanyak 60 unit," kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

60 unit SPBG yang akan dibangun PGN hingga 2019, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara.

Hendi menambahkan, saat ini PGN telah mengoperasikan 5 unit SPBG dan menyalurkan gas bumi ke 14 SPBG mitra. Tak hanya itu, PGN juga menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi dengan menggunakan Mobile Refueling Unit (MRU) di beberapa lokasi seperti di IRTI Monas, Waduk Pluit, Grogol, dan Gresik.

"Saat ini gas bumi PGN sudah memasok bahan bakar untuk bus, bajaj, taksi, hingga kendaraan pribadi," ujarnya.

Hendi menegaskan, PGN terus memperbanyak infrastruktur gas bumi, baik untuk sektor transportasi maupun berbagai segmen pelanggan lainnya. PGN adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor mulai dari rumah tangga, usaha kecil menengah (UKM), komersial (hotel, mal, rumah sakit), industri, dan kelistrikan.

PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 107.690 rumah tangga, 1.857 pelanggan komersial dan UKM dan 1.529 industri serta pembangkit listrik.

Untuk meningkatkan penyaluran gas bumi ke masyarakat, PGN mengharapkan dukungan alokasi dan pasokan gas bumi dari pemerintah.

"Selain itu juga dukungan berupa kemudahan perizinan dalam membangun infrastruktur gas bumi di tanah air," ungkap Hendi.

Saat ini PGN telah memiliki dan mengelola pipa gas bumi sepanjang 6.971 kilometer (km). Jumlah ini setara 76% jaringan pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.

"Kami membangun infrastruktur gas bumi tersebut dengan menggunakan dana PGN sendiri, dan tidak memakai dana  APBN," kata Hendi.

Pada 2015, dari penyaluran gas bumi PGN ke berbagai segmen pelanggan, Indonesia dapat penghematan Rp 88 triliun. Penghematan itu berasal dari pemanfaatan gas bumi yang disalurkan PGN sebanyak 1.586 MMScfd atau setara penggunaan 286.000 barel minyak per hari.


Uji Coba SPBG di Ancol

Sementara itu, pada Rabu (10/2/2016) PGN melalui anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melaksanakan Uji Coba Pengoperasian SPBG di kawasan Ancol, Jakarta Utara. SPBG ini nantinya akan memasok BBG ke 88 unit Bus TransJakarta koridor Ancol-Kampung Melayu.

Direktur Utama PGN Gagas, Danny Praditya mengatakan, PGN Gagas dan Jakpro menjalin kerja sama membangun infrastruktur gas bumi untuk transportasi di beberapa lokasi di Jakarta. Selain SPBG di Ancol, dari hasil kerja sama antara PGN Gagas dan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini juga dibangun MRU-Online di Harmoni dan Pluit.

"Ketiga SPBG dan MRU kerja sama dengan Jakpro ini akan beroperasi tahun ini. Ini merupakan bukti komitmen PGN untuk terus mengembangkan infrastruktur gas bumi salah satunya SPBG," ungkap Danny.

Danny menambahkan, pada tahun ini PGN menargetkan pembangunan SPBG sebanyak 12 unit yang tersebar di beberapa wilayah. "Pada kuartal I-2016 kita juga berencana untuk meresmikan sekaligus mengoperasikan beberapa SPBG lagi yang ada di Batam, Purwakarta, Sukabumi, Klender, dan Lampung," ujar Danny.

Khusus untuk Jakpro, saat ini telah mengelola SPBG di Mampang, Kampung Rambutan, dan Hek Kramat Jati.

"Dengan adanya SPBG hingga MRU-Online ini diharapkan program langit biru dan konversi BBM ke BBG yang telah dicanangkan oleh pemerintah tetap berkelanjutan. Ke depan diharapkan semakin banyak SPBG-SPBG yang akan dibangun khususnya di DKI Jakarta dan di seluruh daerah di Indonesia lainnya," tutup Danny. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed