Pejabat dan perwakilan dari 26 negara hadir dalam forum ini, di antaranya Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Ali Al Naimi; Menteri Energi, Air dan Tekno Hijau Malaysia, Maximus Johnity Ongkili; Menteri Energi dan Perminyakan Papua Nugini, Ben Micah; Menteri Pembangunan Internasional Australia, Hon Steven Ciobo; Menteri Perminyakan dan SDM Timor Leste, Alfredo Pires.
Salah satu acara penting dalam BCEF ini adalah Pertemuan Tingkat Menteri dan Lembaga Internasional. Selain perwakilan pemerintah dari 26 negara, hadir juga 19 lembaga internasional seperti Asian Development Bank (ADB), World Bank, dan IEA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan juga membahas bagaimana negara-negara di kawasan, Asia dan Pasifik memacu pengembangan energi bersih dalam situasi harga minyak yang menurun," papar keterangan resmi Kementerian ESDM di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/2/2016).
Dalam BCEF ini juga akan diluncurkan Clean Energy Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan Energi Bersih Indonesia kepada masyarakat internasional.
CoE adalah pusat terpadu bagi penelitian, pengembangan, pendudukan, peningkatan kapasitas pelaksanaan, hingga fasilitasi investasi dalam pengembangan energi bersih dengan 3 menu utama: informasi, teknologi, pendanaan. (ang/ang)











































