Harga minyak bergerak labil naik-turun karena spekulasi. Untuk hari ini, kenaikan terjadi karena adanya berita dari menteri energi Uni Emirat Arab (UEA), selaku anggota OPEC, yang mengatakan rencana OPEC memangkas produksi minyak agar harga naik.
Dilansir dari Reuters, Jumat (12/2/2016), minyak West Texas Intermediate (WTI) produksi AS, harganya naik US$ 1,14/barel (4,35%) ke US$ 27,35/barel dari penutupan hari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, para analis melihat kecilnya peluang adanya kesepakata antara negara OPEC dan non OPEC, untuk bersama-sama memangkas produksinya.
"Pernyataan dari menteri energi UEA dampaknya kecil. Kami melihat ini hanya persuasi saja, karena koordinasi untuk memangkas produksi minyak sangat rendah," demikian pernyataan dari bank ANZ.
Harga minyak sudah jatuh 70% lebih sejak tingkat tertingginya di pertengahan 2014. Karena produsen minyak dunia meningkatkan produksinya 1 juta hingga 2 juta barel per hari. Sementara permintaan menurun, terutama akibat melemahnya perekonomian Chinia. (dnl/drk)











































