Arab Saudi Ingin Kerja Sama Bangun Kilang Minyak di RI

Arab Saudi Ingin Kerja Sama Bangun Kilang Minyak di RI

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 12 Feb 2016 19:31 WIB
Arab Saudi Ingin Kerja Sama Bangun Kilang Minyak di RI
Foto: Hasan Al Habshy
Nusa Dua - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Ali Al Naimi, di sela-sela acara Bali Clean Energy Forum (BCEF) hari ini. Acara ini berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre.

Pertemuan bilateral Indonesia dan Arab Saudi ini tidak hanya membahas kerjasama di bidang energi terbarukan, Ali Al Naimi juga menyinggung soal minat Saudi Aramco, perusahaan minyak raksasa dari negaranya, untuk bekerja sama dengan PT Pertamina membangun kilang minyak di Indonesia.

"Dalam bilateral meeting tadi, Arab Saudi menyatakan dukungan dan minat untuk kerjasama Pertamina dan Saudi Aramco," kata Sudirman dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (12/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali Al Naimi juga menyatakan bahwa Saudi Aramco ingin berinvestasi tidak hanya di kilang minyak saja, tapi juga di bisnis hilir migas, misalnya industri petrokimia. "Menteri Arab Saudi tadi menyinggung sedikit, beliau menyampaikan Aramco ingin masuk tidak hanya di kilang, tapi juga di hilir, di petrokimia," ungkapnya.

Sudirman menambahkan, Iran dan Kuwait juga sebelumnya menyatakan berminat membangun kilang minyak di Indonesia. Pihaknya pun menyambut baik minat dari Arab Saudi, Iran, maupun Kuwait.

Sebab, Indonesia membutuhkan peningkatan kapasitas kilang minyak hingga 2 kali lipat menjadi sekitar 2 juta kiloliter (KL) pada 2025. Kilang minyak pun telah masuk sebagai salah satu dari 31 proyek prioritas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Iran, Kuwait juga sebelumnya menyatakan minat. Ini bagus, kita butuh banyak kilang baru, 10 tahun yang akan datang kita butuh peningkatan sampai double capacity. Kita bangun kilang (berkapasitas) 300 ribu (barel per hari) di Tuban, 300 ribu (barel per hari) di Bontang," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads