Pertemuan bilateral Indonesia dan Arab Saudi ini tidak hanya membahas kerjasama di bidang energi terbarukan, Ali Al Naimi juga menyinggung soal minat Saudi Aramco, perusahaan minyak raksasa dari negaranya, untuk bekerja sama dengan PT Pertamina membangun kilang minyak di Indonesia.
"Dalam bilateral meeting tadi, Arab Saudi menyatakan dukungan dan minat untuk kerjasama Pertamina dan Saudi Aramco," kata Sudirman dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman menambahkan, Iran dan Kuwait juga sebelumnya menyatakan berminat membangun kilang minyak di Indonesia. Pihaknya pun menyambut baik minat dari Arab Saudi, Iran, maupun Kuwait.
Sebab, Indonesia membutuhkan peningkatan kapasitas kilang minyak hingga 2 kali lipat menjadi sekitar 2 juta kiloliter (KL) pada 2025. Kilang minyak pun telah masuk sebagai salah satu dari 31 proyek prioritas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Iran, Kuwait juga sebelumnya menyatakan minat. Ini bagus, kita butuh banyak kilang baru, 10 tahun yang akan datang kita butuh peningkatan sampai double capacity. Kita bangun kilang (berkapasitas) 300 ribu (barel per hari) di Tuban, 300 ribu (barel per hari) di Bontang," tutupnya. (hns/hns)











































