Hari ini, Pertamina melakukan pengecekan terhadap takaran BBM di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat. Menggunkan bejana ukur 20 liter, Pertamina ingin memastikan takaran BBM.
Petugas Pertamina kemudian menuangkan BBM sebanyak 20 liter ke dalam bejana ukur. Hasilnya, takaran BBM sudah memenuhi standar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stadar minimum takaran, nggak boleh toleransi lebih dari 0,3%. Badan Metrologi sendiri menetapkan 0,5%," kata Fanda di lokasi SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Fanda menjelaskan bejana ukur tersebut telah terstandarisasi oleh Badan Metrologi daerah. Setiap SPBU wajib memiliki bejana ukur.
"Bejana ukur 20 liter. Ini alat dilengkapi segel. Segel bisa dilihat, kondisi bagus, dia masih tertera," tambahnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang menjelaskan pihaknya juga menterjunkan petugas Pertamina dan tim independen untuk melakukan pemeriksaan acak terhadap SPBU Pertamina dan milik mitra. Tak berhenti disitu, Pertamina juga menggandeng masyarakat (mystery guest) untuk menjamin takaran SPBU sesuai.
"Kita turunkan mystery guest. Kalau orang Pertamina sudah tahu. Misal, kita ajak komunitas motor, bener nggak ini?," tambahnya.
(feb/hns)











































