Dirjen Migas Kementerian ESDM Indonesia, Wiratmaja Puja, menuturkan bahwa delegasi Pemerintah Iran dan Pemerintah Indonesia akan membahas sejumlah rencana kerja sama.
Di antaranya adalah rencana Indonesia mengimpor Liquid Petroleum Gas (LPG) dari Iran, investasi untuk pembangunan kilang minyak di Indonesia, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antar pemerintah (Government to Government) maupun antar badan usaha (Business to Business) akan diteken.
"Akan ada MoU G to G, kita harapkan B to B juga. Kita ingin kerja sama tidak hanya supply energi tapi juga pengembangan ESDM," papar Wirat.
Dari pihak Indonesia, akan hadir Dirjen Migas, perwakilan dari PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Gabungan Pengusaha Konstrukti (Gapenri) untuk menyambut delegasi Iran.
Sejumlah BUMN dan Gapenri diikutsertakan untuk menjajaki investasi di Iran.
"Delegasi kita ada Dirjen Migas, Pertamina, PGN, Pupuk Indonesia, Gapenri. PGN kan punya Saka Energy, bisa hadi berminat investasi hulu migas di sana," pungkasnya. (feb/feb)











































