RI Impor 50% Kebutuhan BBM, Ini Langkah Pemerintah

RI Impor 50% Kebutuhan BBM, Ini Langkah Pemerintah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 26 Feb 2016 19:24 WIB
RI Impor 50% Kebutuhan BBM, Ini Langkah Pemerintah
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Namun, kapasitas kilang minyak di dalam negeri hanya 850.000 bph, sisanya harus dipenuhi dari impor.

"Cadangan minyak bumi kita yang semakin menurun, kapasitas kilang kita yang hanya sekitar 850.000 bph, sementara kebutuhan kita 1,6 juta bph. Ini membuat 50% dari kebutuhan itu harus diimpor," kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Pertama, dengan program mandatori biodiesel 20% (B20), yakni mencampur BBM dengan 20% biodiesel dari minyak sawit yang diproduksi di dalam negeri. "Kita harus komit mengenai program biofuel, yaitu sekarang B20," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, PT Pertamina sebagai BUMN perminyakan nasional diminta terus giat mencari cadangan minyak baru. Tak hanya di dalam negeri, Pertamina diminta juga menguasai cadangan minyak di luar negeri.

"Kita kan sudah ada program-programnya, untuk dari Pertamina itu mengenai continuing exploration, tetap kita harapkan ketika harga sedang jatuh dibawah, Pertamina harus mencari sumber-sumber baru untuk minyak. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga jika ada sumber yang bisa dibawa pulang dan diakuisisi indonesia kita juga mendorong itu," tukas dia.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas kilang-kilang yang sudah ada, dan membangun kilang minyak baru.

"Pembangunan kilang, kalau yang grass root refinery yang sudah dibahas di high level itu ada di dua tempat, di Bontang dan di Tuban. Sementara RDMP, yaitu mengoptimalkan kapasitas refinery yang sudah ada itu ada 4, di Cilacap, Balongan, Dumai dan Balikpapan. Yang menjadi first stage mungkin akan di Cilacap sama Balikpapan," tutupnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads