Namun, komponen listrik untuk proyek listrik 35.000 MW ini, baik untuk pembangkit maupun jaringan transmisi dan distribusi, masih banyak bergantung pada impor.
Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan bahwa masih banyaknya penggunaan komponen listrik impor ini karena mayoritas produk dalam negeri belum dapat memenuhi standar spesifikasi yang diinginkan. Sudirman menyebut isolator 500 KV sebagai komponen yang masih belum dapat dipenuhi oleh industri di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menambahkan bahwa investor asing telah didorong untuk membangun pabrik komponen listrik di Indonesia. Dengan begitu, komponen untuk jaringan transmisi ke depan bisa 100% dipenuhi dari produk lokal.
"Sekarang beberapa manufaktur sudah bangun pabrik di sini. Maka komponen untuk transmisi nanti bisa 100% Indonesia," ujarnya.
Beberapa investor asing ini bekerja sama dengan pengusaha Indonesia dan mempekerjakan banyak tenaga kerja lokal untuk memproduksi komponen-komponen listrik.
"Mereka kerja sama dengan pemilik modal di Indonesia. Pindah pabrik juga melibatkan tenaga kerja Indonesia," paparnya.
Saat ini, komponen listrik yang sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri sendiri adalah kabel-kabel dan konduktor.
"Kabel dan konduktor sudah buatan Indonesia," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapati, masih banyak Kementerian/Lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menggunakan barang impor.
Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengungkapkan beberapa sektor yang dimaksud oleh Presiden Jokowi. Misalnya PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur listrik, komponen seperti baja, kabel, isolator, dan trafo seharusnya bisa diambil dari produksi dalam negeri.
"Tadi Presiden sangat keras, akan memaksa kepada Kementerian/Lembaga dan BUMN yang belanja modal besar itu betul-betul diperiksa untuk menggunakan produk dalam negeri," tukasnya. (ang/ang)











































