RI Masih Banyak Pakai Komponen Listrik Impor, Ini Penjelasan Sudirman Said

RI Masih Banyak Pakai Komponen Listrik Impor, Ini Penjelasan Sudirman Said

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 29 Feb 2016 12:35 WIB
RI Masih Banyak Pakai Komponen Listrik Impor, Ini Penjelasan Sudirman Said
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Saat ini Indonesia tengah giat membangun infrastruktur ketenagalistrikan untuk mencegah krisis listrik di masa mendatang. Pemerintah mencanangkan proyek listrik 35.000 MW hingga 2019, atau pembangunan pembangkit listrik hingga 7.000 MW setiap tahun.

Namun, komponen listrik untuk proyek listrik 35.000 MW ini, baik untuk pembangkit maupun jaringan transmisi dan distribusi, masih banyak bergantung pada impor.

Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan bahwa masih banyaknya penggunaan komponen listrik impor ini karena mayoritas produk dalam negeri belum dapat memenuhi standar spesifikasi yang diinginkan. Sudirman menyebut isolator 500 KV sebagai komponen yang masih belum dapat dipenuhi oleh industri di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sih karena karakter barangnya. Spesifikasinya belum banyak diproduksi di dalam negeri. Kalau di listrik itu misalnya isolator 500 KV," ucap Sudirman dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menambahkan bahwa investor asing telah didorong untuk membangun pabrik komponen listrik di Indonesia. Dengan begitu, komponen untuk jaringan transmisi ke depan bisa 100% dipenuhi dari produk lokal.

"Sekarang beberapa manufaktur sudah bangun pabrik di sini. Maka komponen untuk transmisi nanti bisa 100% Indonesia," ujarnya.

Beberapa investor asing ini bekerja sama dengan pengusaha Indonesia dan mempekerjakan banyak tenaga kerja lokal untuk memproduksi komponen-komponen listrik.

"Mereka kerja sama dengan pemilik modal di Indonesia. Pindah pabrik juga melibatkan tenaga kerja Indonesia," paparnya.

Saat ini, komponen listrik yang sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri sendiri adalah kabel-kabel dan konduktor.

"Kabel dan konduktor sudah buatan Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapati, masih banyak Kementerian/Lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menggunakan barang impor.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengungkapkan beberapa sektor yang dimaksud oleh Presiden Jokowi. Misalnya PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur listrik, komponen seperti baja, kabel, isolator, dan trafo seharusnya bisa diambil dari produksi dalam negeri.

"Tadi Presiden sangat keras, akan memaksa kepada Kementerian/Lembaga dan BUMN yang belanja modal besar itu betul-betul diperiksa untuk menggunakan produk dalam negeri," tukasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads