RI Banyak Impor Alat Pengeboran Migas, Ini Penjelasan ESDM

RI Banyak Impor Alat Pengeboran Migas, Ini Penjelasan ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 29 Feb 2016 13:08 WIB
RI Banyak Impor Alat Pengeboran Migas, Ini Penjelasan ESDM
Foto: Reuters
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menyoroti banyaknya impor yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) dan BUMN. Salah satu yang terbesar adalah di sektor migas.

Kementerian ESDM mengakui, sejumlah alat-alat untuk eksplorasi dan produksi migas masih harus diimpor karena belum dapat dibuat di dalam negeri. Alat yang paling banyak diimpor adalah turbin dan kompresor untuk kegiatan pengeboran.

"Di migas itu yang paling banyak diimpor misalnya turbin dan kompresor yang besar," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri ESDM, Sudirman Said, mengungkapkan ketergantungan pada impor alat-alat pengeboran migas ini karena produk dalam negeri umumnya belum mampu mencapai standar spesifikasi yang layak. "Itu sih karena karakter barangnya. Spesifikasinya belum banyak diproduksi di dalam negeri," tuturnya.

Untuk memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, SKK Migas telah ditugaskan untuk terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) semaksimal mungkin. Apapun yang bisa dipenuhi dari dalam negeri, harus menggunakan produk dalam negeri.

"Sekarang di SKK Migas pada waktu detail engineering proyek, sebanyak mungkin KKKS harus pakai dari produk lokal," tutupnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads