Kementerian ESDM mengakui, sejumlah alat-alat untuk eksplorasi dan produksi migas masih harus diimpor karena belum dapat dibuat di dalam negeri. Alat yang paling banyak diimpor adalah turbin dan kompresor untuk kegiatan pengeboran.
"Di migas itu yang paling banyak diimpor misalnya turbin dan kompresor yang besar," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, SKK Migas telah ditugaskan untuk terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) semaksimal mungkin. Apapun yang bisa dipenuhi dari dalam negeri, harus menggunakan produk dalam negeri.
"Sekarang di SKK Migas pada waktu detail engineering proyek, sebanyak mungkin KKKS harus pakai dari produk lokal," tutupnya. (wdl/wdl)










































