Perusahaan Batu Bara dan Baja di China Berencana Pangkas 1,8 Juta Karyawan

Perusahaan Batu Bara dan Baja di China Berencana Pangkas 1,8 Juta Karyawan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 29 Feb 2016 15:35 WIB
Perusahaan Batu Bara dan Baja di China Berencana Pangkas 1,8 Juta Karyawan
Foto: Reuters
Beijing - Perusahaan batu bara dan baja di China berencana memangkas 1,8 juta karyawannya sebagai bagian dari pengurangan kelebihan kapasitas di industri tersebut.

Perusahaan berjanji untuk menangani kelebihan kapasitas dan melakukan efisiensi. Selama ini, perusahaan merugi karena terus mempertahankan industri yang memang sedang dalam tekanan, perusahaan perlu melakukan efisiensi untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Yin Weimin, Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial menyebutkan, ada potensi sedikitnya 1,3 juta pekerja di sektor batu bara kehilangan pekerjaan dan 500.000 orang dari sektor baja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat senior di pemerintahan mengumumkan angka pemangkasan pekerja sebagai dampak dari kelebihan kapasitas industri, sementara permintaan lesu akibat perlambatan ekonomi China.

"Ini melibatkan para transmigran dari total 1,8 juta pekerja tersebut (yang berpotensi di PHK). Tugas ini akan sangat sulit, tapi kami masih sangat percaya diri," kata Yin dilansir Reuters, Senin (29/2/2016).

Pemerintah China berupaya menjaga tidak adanya kerusuhan sebagai dampak dari banyaknya pengangguran. Pemerintah pusat akan mengalokasikan dana 100 miliar yuan atau US$ 15,27 miliar selama 2 tahun untuk merelokasi para pekerja yang terkena PHK.

Wakil Menteri keuangan China Zhu Guangyao, dikutip Perdana Menteri Li Keqiang, mengatakan kepada Menteri Keuangan AS Jack Lew pada hari Senin bahwa dana tersebut akan fokus dialokasikan pada sektor baja dan batu bara.

"Perekonomian menghadapi tekanan yang relatif besar dan beberapa perusahaan menghadapi kesulitan dalam produksi dan operasi," kata Yin, sembari menambahkan bahwa peningkatan lulusan tahun ini juga akan menambah tekanan di pasar kerja.

Meskipun terjadi perlambatan ekonomi, namun sejauh ini tidak terjadi PHK massal seperti yang pernah terjadi selama krisis keuangan global.

Menurut Biro Statistik Nasional, tingkat pengangguran di China tercatat sekitar 5,01% pada akhir tahun lalu. Sementara tingkat pengangguran di perkotaan tercatat di angka 4,5% di akhir 2015. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads