Sudirman Said Kumpulkan Pengusaha Listrik dan PLN, Bahas Proyek 35.000 MW

Sudirman Said Kumpulkan Pengusaha Listrik dan PLN, Bahas Proyek 35.000 MW

Dina Rayanti - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2016 13:20 WIB
Sudirman Said Kumpulkan Pengusaha Listrik dan PLN, Bahas Proyek 35.000 MW
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, bertemu Perusahaan Pengembang Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP) dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pertemuan ini untuk membahas perkembangan proyek listrik 35.000 MW.

"Baru saja kita selesai diskusi dengan para pengelola IPP dan PLN. Kita mengundang 91 IPP dan semuanya hadir, IPP-nya yang sudah menandatangani PPA (Power Purchase Agreement/Perjanjian Jual Beli Listrik). Tujuannya program 35.000 MW ini harus terus direview dan dijaga ketat karena gagal atau berhasilnya program ini berpengaruh ke masa depan Indonesia.," ujar Sudirman, di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (3/3/2016).

Sudirman menjelaskan, hingga akhir 2015 telah ditandatangani PPA dengan total kapasitas mencapai 17.000 MW. Sedangkan dalam 2 bulan terakhir iniΒ  ada penambahan 2.000 MW, sehingga total kapasitas listrik bertambah menjadi 19.000 MW

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, ditandatangani pula Kesepakatan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik 35.000 MW antara PT PLN (Persero) dengan para IPP. Dalam dokumen yang ditandatangani tersebut para pihak sepakat untuk menuntaskan seluruh persyaratan (teknis, legal,dan finansial), untuk memastikan target financial closing dan penyelesaian proyek sesuai tepat waktu.

Program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini dipercepat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK). Perpres itu terbit sejak 8 Januari 2016.

Melalui Perpres tersebut. PT PLN (Persero) dan IPP mendapatkan dukungan berupa penjaminan, percepatan perizinan dan non perizinan, penyediaan energi primer, tata ruang, dan penyediaan tanah. Dengan adanya dukungan tersebut diharapkan target rasio elektrifikasi 97% dapat dicapai pada tahun 2019. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads