PLN Bangun 53 Gardu Induk Agar Listrik Jakarta-Banten Tak 'Byar Pet'

PLN Bangun 53 Gardu Induk Agar Listrik Jakarta-Banten Tak 'Byar Pet'

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2016 14:37 WIB
PLN Bangun 53 Gardu Induk Agar Listrik Jakarta-Banten Tak Byar Pet
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Proyek listrik 35.000 megawatt (MW) tengah digenjot oleh pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat Indonesia yang meningkat 6% setiap tahun. Tapi pembangunan pembangkit listrik saja tak cukup, perlu dibangun juga jaringan yang agar listrik dapat mengalir dengan baik.

Untuk wilayah Jakarta-Banten, PT PLN (Persero) berencana membangun 53 Gardu Induk hingga 2024. Gardu-gardu induk baru diperlukan, agar tidak terjadi kelebihan beban (overload) di gardu-gardu yang sudah ada.

"Secara keseluruhan sampai 2024 di RUPTL ada tambahan 53 gardu induk baru untuk Jakarta-Banten. Kami memprosesnya bertahap, ada mekanisme pengadaannya, kemudian proses perencanaan," kata Manajer Hukum, Komunikasi, dan Pertanahan PLN UIP V, Dwi Wibihandoko, usai jumpa pers di Hotel Santika, Tangerang, Selasa (8/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi menyontohkan, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) V saat ini menyiapkan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Lengkong di Tangerang untuk mendistribusikan listrik dari PLTU Lontar.

"Gardu Induk ini kan fungsinya untuk menampung dan mendistribusikan listrik. Ini mengantisipasi program 35.000 MW. Di PLTU Lontar kan ada ekstensi 1 x 3.015 MW. Jadi PLTU-nya selesai, mengevakuasi daya ke sini nanti," tukasnya.

Tanpa adanya GITET baru tersebut, aliran listrik akan terganggu karena ada kelebihan beban. "Kelistrikan kan semuanya diantisipasi supaya berjalan dengan baik looping Jakarta. Kita antisipasi dengan pembangunan Gardu Induk ini supaya nantinya tidak overload," dia menjelaskan.

Saat ini, pasokan maupun jaringan listrik untuk Jakarta-Banten masih aman. Tetapi, harus dibangun banyak jaringan baru, karena konsumsi listrik akan semakin besar di masa mendatang. "Sampai sekarang belum overload, ini antisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Jakarta Banten," tutupnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads