Padahal, Antam adalah perusahaan nasional yang sahamnya dimiliki negara, sedangkan Freeport dimiliki oleh asing. Sudirman pun dituding lebih mengistimewakan perusahaan asing seperti Freeport ketimbang BUMN.
Menjawab kritik tersebut, Sudirman dengan tegas membantah dirinya memperlakukan Freeport sebagai anak emas. Dia menyatakan bahwa semua kebijakan dibuatnya untuk semua pelaku usaha, tidak untuk menguntungkan perusahaan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nikel tidak termasuk produk yang menghasilkan konsentrat," kata Sudirman dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Perbedaan perlakuan terjadi karena perbedaan komoditas mineral yang dihasilkan, bukan diskriminasi terhadap perusahaan nasional.
"Bukan karena Antam perusahaan nasional, tapi karena komoditinya tidak termasuk kategori yang menghasilkan konsentrat," tandasnya. (ang/ang)











































