Diskon Tarif Listrik Dorong Pertumbuhan Industri, Ini Buktinya

Diskon Tarif Listrik Dorong Pertumbuhan Industri, Ini Buktinya

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 14 Mar 2016 18:19 WIB
Diskon Tarif Listrik Dorong Pertumbuhan Industri, Ini Buktinya
Foto: Istimewa/dok PLN
Jakarta - Salah satu kebijakan yang diluncurkan pemerintah dalamΒ  Paket Ekonomi Jilid III pada September 2015 lalu adalah diskon tarif listrik PT PLN pada saat Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dan penurunan tarif listrik untuk golongan I3 dan I4.

PT PLN menyatakan bahwa kebijakan ini diyakini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri di Indonesia. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya penjualan listrik untuk industri skala besar (I4/30 MVA ke atas) sebesar 10,74%. Angka pertumbuhan ini meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan industri Januari 2016 yang hanya sebesar 6,21%.

"Pertumbuhan industri skala besar ini dipengaruhi oleh adanya promo diskon tarif untuk tambahan pemakaian listrik pukul 23.00 hingga 08.00. Industri skala besar yang tumbuh menggembirakan ini antara lain industri kimia, semen, baja, kertas (pulp)," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, penjualan industri skala menengah (I3/>200 kVA) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan meskipun tidak sebesar pertumbuhan konsumsi listrik pelanggan industri besar yaitu mencapai 3,53%. Sedangkan pertumbuhan pada Januari 2016 hanya sebesar 0,9%.

"Ada sebanyak 6.406 pelanggan dari 12.267 pelanggan I3 mengalami tren pertumbuhan pemakaian yang positif. Industri menengah yang mengalami pertumbuhan adalah sektor industri makanan dan minuman, semen, baja, furnitur, farmasi, dan spare part," ungkapnya.

Benny juga menyebutkan sebanyak 8% dari total pelanggan I4 yang mengalami kenaikan konsumsi telah mengikuti program diskon tarif pemakaian LWBP dan 2% pelanggan I3 yang mengalami kenaikan konsumsi merupakan pelanggan yang mengikuti program LWBP.

"Selain itu, peningkatan penjualan di sektor industri pada Februari 2016 dibanding Februari 2015 disebabkan kondisi perekonomian yang semakin stabil dan penurunan tarif untuk I3 sebesar 5,88% dan I4 sebesar 3,45%," tutupnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads