RI Ajak Belgia Kembangkan Listrik Tenaga Angin

RI Ajak Belgia Kembangkan Listrik Tenaga Angin

Ray Jordan - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2016 14:15 WIB
RI Ajak Belgia Kembangkan Listrik Tenaga Angin
Foto: pool
Jakarta - Indonesia akan memanfaatkan momen kunjungan Putri Astrid dari Belgia untuk menarik berbagai investasi. Salah satunya di sekor energi terbarukan.

Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, Indonesia bisa menarik investasi pembangkit listrik tenaga angin seperti yang lazim ditemui di negara-negara Uni Eropa.

"Tindak lanjutnya, adalah pada minggu depan kami bersama dubes Belgia akan melakukan tindak lanjut terkait dengan investor dan interest mereka. Misal energi terbarukan, misalkan wind power. Bahwa wind power di Eropa sudah banyak digunakan. Regulasi itu butuh diasistensi BKPM sehingga mereka dapat info jelas," katanya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua hal-hal berkaitan dengan koordinasi dengan kementerian lain, disepakati bahwa BKPM pintu masuk untuk  jelaskan dan memaparkan seluruh program yang dibangun pemerintah Indonesia," tambahnya.

Pagi tadi, Putri Astrid menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Dalam kunjungan selama lebih dari satu pekan ini, Putri Astrid membawa sekitar 300 pengusaha dari 127 perusahaan Belgia.

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, mengatakan dalam pertemuan tadi, Indonesia-belgia sepakat memperkuat bidang ekonomi baik perdagangan maupun investasi. Menurutnya, Belgia merupakan salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan.

"Misalnya di tahun 2015 angka perdagangan bilateral mencapai US$ 1,67 miliar, sementara untuk angka investasi lebih dari US$ 7 miliar.

Sejauh ini sudah 2.000 perusahaan Beligia yang beroperasi di Indonesia. Jokowi ingin lebih banyak lagi perusahaan Belgia yang berinvestasi di Indonesia.

"Presiden tadi menjelaskan tentang upaya pemerintah untuk menjadikan ekonomi indonesia menjadi semakin terbuka dan kompetitif. Presiden menjelaskan mengenai paket deregulasi yang sudah dikeluarkan sampai 10 paket," ujar Retno. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads