AS juga berniat berinvestasi kilang minyak di Indonesia. Nilai investasinya mencapai US$ 15 miliar.
"Kita lihat Amerika sangat tinggi kenaikannya, nomor satu, itu ada satu izin prinsip keluar di bidang oil refinery, itu cukup besar kira-kira US$ 15 miliar, itu kemudian yang perlu kita kawal," ujar Deputi Pengendalian, Pelaksanaan, dan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis, di kantornya, Rabu (13/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oil refinery saja, termasuk rencana pengolahan lebih lanjut di Sulawesi Selatan, nggak ada kerja sama dengan Pertamina," lanjut Azhar. (drk/drk)











































