Penjual nasi uduk pagi, Yati, salah satunya. Ibu rumah tangga berusia 52 tahun ini menuturkan, penggunaan gas dari pipa gas bumi di rumahnya, membuat Yati tak lagi harus libur berjualan nasi uduk ketika gas habis seperti saat menggunakan gas tabung elpiji.
"Semenjak ada ini (Jargas) 3 tahun lalu, gasnya tidak pernah putus, malam-malam masih saja hidup. Kalau pakai gas tabung kalau habis susah carinya. Kadang lagi habis tak ada yang jualan. Dagang nasi uduk prei (libur) kalau gas elpiji habis," ujar Yati kepada detikFinance ditemui di rumahnya, Senin (21/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yati mengungkapkan, selain mengalir 24 jam sehari tanpa batasan pemakaian, dirinya juga tak harus repot-repot mengganti selang gas dan takut meledak seperti saat menggunakan gas elpiji.
"Dulu kan sedikit-sedikit takut meledak itu tabungnya. Makanya kalau masang saya suruh anak saya pasang. Sudah dipasang tabungnya masih suka macet juga. Terbantu sekali ada gas ini, apalagi (dulu) sebulan harus ganti-ganti 6 tabung," ujar Yati.
Sebagai informasi, di 2016, pemerintah menargetkan bisa menambahkan sambungan baru sebanyak 34.626 sambungan, dengan rincian 32.000 sambungan berasal APBN tahun anggaran 2016, dan 2.626 sambungan merupakan pengembangan investasi Pertamina. Sehingga total 93% warga Kota Prabumulih bakal menikmati jaringan gas bumi. (ang/ang)











































