Yati, salah seorang pedagang nasi uduk di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Prabumulih Utara, merasakan selisih biaya yang jauh lebih murah sejak menggunakan gas bumi 3 tahun yang lalu, dibandingkan dengan saat masih menggunakan gas elpiji dan kayu bakar.
"Bayar tagihan gas bumi lewat bank paling banter hanya Rp 210.000 sebulan. Rata-rata ya Rp 60.000-70.000 kalau lagi masak sedikit. Kalau pakai gas elpiji ganti-ganti 6 kali lebih, harga satu tabung Rp 20.000. Itu juga kalau barangnya ada, kalau pas masih kayu bakar sebulan malah Rp 600.000 sebulan," ujar Yati pada detikFinance ditemui di rumahnya, Senin (21/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enak banget. Malam-malam tidak takut lagi berhenti masak. Kalau saya jualan nasi uduk sama gorengan jam 05.00 subuh. Lagi masak gorengan mati jadi repot, cari tabung gas jauh ke pasar juga kosong," tutur Yati. (ang/ang)











































