Ratusan Petani Terdampak Proyek PLTU Batang Terima Dana Kompensasi

Ratusan Petani Terdampak Proyek PLTU Batang Terima Dana Kompensasi

Robby Bernardi - detikFinance
Rabu, 23 Mar 2016 20:30 WIB
Ratusan Petani Terdampak Proyek PLTU Batang Terima Dana Kompensasi
Foto: Robby Bernardi
Batang - Ratusan petani dan buruh tani terdampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah, menerima kucuran dana segar dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), selaku penanggung jawab pembangunan PLTU, Rabu (23/3/2016).

Kompensasi ini diberikan setiap bulan sekali pada 511 buruh tani dan 241 petani penggarap yang terdampak pembangunan PLTU 2x1000 MW di Batang. Jumlah kompensasi berbeda-beda, yakni Rp 375.000 untuk petani dan Rp 450.000 untuk buruh tani.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dan tanggungjawab BPI untuk ikut berkontribusi dalam menjaga perekonomian petani dan buruh tani terdampak proyek PLTU Jateng," kata Presiden Direktur BPI Mohammad Effendi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama Efendi menjelaskan, sebagai penanggungjawab proyek PLTU, BPI memiliki komitmen untuk membantu perekonomian masyarakat di sekitar wilayah proyek. Bahkan, masih menurut Efendi, diproyeksikan selama proses kontruksi pembangunan PLTU Jateng ini akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5.000 orang.

"BPI akan memprioritaskan masyarakat Batang dan sekitarnya untuk terlibat langsung dalam proyek ini," jelasnya.

Pembangunan PLTU yang digadang-gadang akan menyuplai kebutuhan listrik Jawa-Bali ini sendiri, saat ini tengah dilakukan percepatan proses persiapan kontruksi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Besok Kamis (24/03/2016), akan dilakukan pemasangan pagar pembatas di seluruh areal konstruksi PLTU.

Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo berharap pembangunan PLTU dapat segera terlaksana. Ia meyakini keberadaan PLTU ini membawa dampak yang luar biasa. Tidak hanya bagi masyarakat sekitar namun juga dapat mengantisipasi terjadinya krisis listrik di Jawa-Bali.

"Dengan adanya PLTU Jateng, efeknya dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi masyarakat setempat. Di awal proses konstruksi saja, pembangunan ini telah membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang merupakan warga setempat," kata Yoyok. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads