Abdulrachim, Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, menjelaskan petrokimia sebagai industri hulu bisa menghasilkan antara lain ethanol dan amonia. Sedangkan di sektor hilir menghasilkan produk seperti pupuk, ban, dan plastik.
Berbagai industri hilir ini bisa dibangun di Maluku, maupun di pulau lainnya seperti Sulawesi dan Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, LNG yang terintegrasi dengan petrokimia akan memberikan nilai tambah berlipat dibandingkan hanya menjual LNG saja. Sedangkan jika hanya menjual LNG tanpa diproses lebih lanjut hanya menghasilkan US$ 2,5 per mmbtu.
"Kalau jual gas dalam bentuk LNG itu adalah menjual gas dalam harga murah. Kalau gas kita pakai ke petrokimia akan memberi nilai tambah berlipat, lebih dari US$ 12, daripada hanya menjual LNG saja," terang Abdulrachim. (hns/dnl)











































