Untuk memperkuat cadangan BBM nasional, pemerintah berencana menyimpan cadangan BBM di luar negeri seperti ke negara produsen minyak, Iran dan Arab Saudi.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menambah cadangan BBM hingga 15 hari, sehingga total cadangan BBM Indonesia menjadi lebih dari 30 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tambahan cadangan 15 hari kira-kira Rp 23,3 triliun. Itu untuk menyimpan cadangan yang terdiri dari crude (minyak mentah) 50% dan dalam bentuk BBM 50%," kata Wiratmaja saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (25/3/2016).
Pihaknya berencana mengajukan anggaran untuk peningkatan cadangan BBM nasional ini dalam RAPBN-P 2016.
"Bisa diajukan nanti di RAPBN-P 2016 yang dibahas April-Mei ini. Kita diskusikan dulu," tukasnya.
Dia menuturkan, pemerintah telah menjajaki untuk meminjam tangki penyimpanan BBM di beberapa negara. Pembicaraan paling serius dilakukan dengan Iran dan Arab Saudi.
"Kita sudah berdiskusi dengan negara-negara produsen minyak, terutama dengan Arab Saudi dan Iran kita diskusi intensif," ucapnya.
Keseluruhan aspek akan tetap menjadi perhatian pemerintah. Misalnya, terkait mekanisme pembelian, permintaan untuk dibawa ke dalam negeri, hingga keamanan area tempat penyimpanan. (feb/feb)











































