Atasi Kelangkaan BBM, Pertamina Bakal Dirikan SPBU Mini

Atasi Kelangkaan BBM, Pertamina Bakal Dirikan SPBU Mini

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 27 Mar 2016 12:02 WIB
Atasi Kelangkaan BBM, Pertamina Bakal Dirikan SPBU Mini
Foto: Ilustrasi (Dewi Rachmat Kusuma-detikFinance)
Manado - PT Pertamina (Persero) akan mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berukuran kecil pada berbagai wilayah. SPBU ini akan mengatasi persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingginya harga yang berlaku.

"Kita tambah lagi, nanti akan luncurkan SPBU kecil," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (27/3/2016).

Bambang menjelaskan, masih banyak wilayah di Indonesia yang belum memiliki SPBU karena dinilai tidak ekonomis. Sementara kebutuhan BBM sangat tinggi. Kebanyakan yang muncul adalah penjual eceran atau yang seringkali ditemui adalah Pertamini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya saja kalau konsumen ke SPBU kan jauh, akhirnya beli ke pengecer. Nah, peluang itu yang diambil oleh pengecer dan Pertamini," imbuhnya.

Pada wilayah tertentu, khususnya pulau-pulau terpencil seringkali ini menjadi masalah. Pertamina hanya mampu mengendalikan harga sampai dengan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS). Setelah rantai tersebut berlanjut ke penjualan eceran, harga bisa menjadi tidak terkendali.

"Kalau terjadi kelangkaan, harganya kan bisa saja jauh melonjak," sebutnya.

Pola distribusi seperti ini, hampir sama dengan elpiji. Di mana pihak lain bisa mengajukan kerja sama dengan Pertamina untuk pembangunan SPBU kecil, asal mengikuti aturan yang berlaku. Jadi, kebanyakan penjual eceran sekarang bisa ikut bergabung dengan Pertamina.

Β "Jadi pertama ini adalah legal. Kemudian dilengkapi dengan peralatan elektronik, meteran, ada area batas. Sudah benar lah," tegas Bambang.

Pihak SPBU kecil boleh menarik keuntungan dengan memberlakukan harga yang lebih tinggi dari APMS. Akan tetapi tidak boleh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Harganya lebih mahal sedikit. Yang penting itu Pemda tetapkan HET. Itu diharapkan kayak Elpiji. Kalau di atas HET laporkan saya. Jadi dilakukan nantinya Pemutusan Hubungan Usaha," paparnya.

Pertamina sekarang tengah memproses regulasi dari rencana tersebut. Diharapkan selesai dalam waktu dekat, beserta dengan sosialisasinya dan kuartal III-2016 dapat terealisasi.

"Saya targetkan kuartal III. Jadi Pertamini sekarang ilegal. Jadi nanti bisa juga kita ajak mereka partner. Legal dan safety nya terjaga," tukasnya. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads