Rini Ingin 50% Tanker yang Dioperasikan Pertamina Milik Sendiri

Laporan dari Shanghai

Rini Ingin 50% Tanker yang Dioperasikan Pertamina Milik Sendiri

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 28 Mar 2016 07:38 WIB
Rini Ingin 50% Tanker yang Dioperasikan Pertamina Milik Sendiri
Foto: Wahyu Daniel
Jinjiang - Saat ini, PT Pertamina (Persero) mengoperasikan 273 kapal untuk pengangkut BBM dan LNG. Dari jumlah tersebut, baru 30% dari kapal tersebut yang dimiliki Pertamina sendiri. Menteri BUMN, Rini Soemarno, ingin jumlahnya bertambah.

"Saya ingin minimal 50% kapal-kapal yang dioperasikan Pertamina adalah milik Pertamina sendiri," jelas Rini ditemui di Hotel di Provinsi Jiangsu, China, minggu (27/3/2016).

Alasan Rini meminta Pertamina menambah kapal sendiri adalah, agar ketergantungan terhadap pihak ketiga berkurang. Ini bisa membantu meningkatkan efisiensi biaya pengiriman minyak, BBM, maupun gas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan energi kita naik terus, ini pasti membutuhkan kapal-kapal baru," imbuh Rini.

Kehadiran Rini di Jangsu adalah untuk menyaksikan serah terima 2 kapal kembar kepada Pertamina. Kapal-kapal ini diproduksi oleh perusahaan galangan kapal China bernama New Times Shipbuilding.

Dalam kesempatan itu, Rini mengaku banyak belajar dari China. Dia pun dalam kesempatan itu, ditemani oleh Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dan sejumlah pejabat Kementerian BUMN, masuk ke dalam kapal dan melihat tanker buatan China ini.

"Kapal ini yang desain Pertamina sendiri, dan efisiensi serta reliability-nya tinggi," jelas Rini.

Hingga akhir tahun ini, Pertamina direncanakan memiliki 72 unit kapal sendiri. Dari jumlah itu, 34 unit diproduksi oleh industri galangan kapal dalam negeri.

Belajar dari industri galangan kapal China ini, Rini ingin juga meningkatkan kapasitas industri galangan kapal nasional, khususnya BUMN.

Menurutnya, kelemahan industri galangan kapal nasional saat ini adalah soal ketepatan waktu pengiriman.

"Misalnya kita pesan dari sini lagi (China), maka kita minta ada yang diproduksi di sini, agar local content tinggi dan industri dalam negeri bisa belajar," kata Rini.

"Kelemahan di galangan kapal kita terutama pengiriman yang tepat waktu. Kedisplinan, dan kemampuan untuk manajemen perlu ditingkatkan. Kita perlu meningkatkan galangan-galangan kapal kita," papar Rini.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads