Sebanyak 12.659 desa tersebut dihuni oleh 9,97 juta penduduk. Menteri ESDM Sudirman Said bertekad melistriki desa-desa tersebut.
Tujuannya untuk 'membuka peradaban' alias membawa kemajuan bagi 9,97 juta jiwa rakyat Indonesia yang belum memperoleh fasilitas listrik dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya keyakinan, listrik itu lebih dari sekedar setrum, tapi juga pembuka peradaban. Fasilitas pendidikan, perekonomian, kesehatan semuanya akan terbantu," kata Sudirman dalam diskusi di Kantor CSIS, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Dia bercerita, keinginannya melistriki desa-desa yang masih gelap ini berawal dari pengalaman pribadinya saat Earth Hour. Selama 1 jam mematikan lampu, Sudirman mengaku sangat kesulitan.
Kemudian ia berpikir, bagaimana dengan rakyat Indonesia yang tak mendapat listrik, dilanda kegelapan setiap hari, tentu sangat tidak enak.
"Kita ingin secepatnya melistriki 12.659 desa dengan baik. Waktu Earth Hour, kita gelap sejam saja terasa betul sulitnya. Tidak kebayang orang yang gelap seterusnya," ucapnya.
Karena itu, dirinya membuat program Indonesia Terang untuk 'menerangi' desa-desa yang masih gelap gulita akibat belum teraliri listrik.
Menurutnya, Indonesia Terang bukan program biasa, bukan sekedar proyek, tapi gerakan untuk membawa kemajuan bagi rakyat Indonesia di daerah-daerah terpencil.
"Litrik itu harus jadi pergerakan, bukan sekedar proyek, membawa peradaban ke wilayah yang masih gelap," tandasnya. (ang/ang)











































