Direktur Utama Pertamina Retail Toharso menyebutkan bahwa dengan adanya RFID, perusahaan dan lembaga lebih mudah dalam melakukan pembayaran untuk BBM.
"Ini kalau konvensional itu beli pakai uang cash banyak keluhan bagi korporasi, kontrolnya sulit. Karena jumlah uang banyak untuk BBM (Bahan Bakar Minyak)," terang Toharso saat kerja sama Penggunaan RFID Card PT Pertamina Retail dengan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta di SPBU COCO Yos Sudarso, Jakarta Utara, Senin (4/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keunggulannya ini cashless, tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa dipakai orang lain karena satu unit satu mobil. Mendata mobil kapan diisi dan diisi berapa. Pelanggan akan dikirim database-nya kalau di bank ada semacam rekening koran. Kartu ini juga tidak ada expired-nya," tutur Toharso.
Saat ini penggunaan RFID sudah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan dan pemerintah di kota-kota besar. Ke depannya penggunaan transaksi digital ini akan terus dikembangkan.
"Lebih banyak perusahaan swasta. Ada juga Pemprov DKI Jakarta, Kodya Bandung, Balikpapan, hingga Transjakarta. Kami akan menyasar ke Pemda lain, kita sudah punya program seperti di Surabaya, Medan, dan Palembang," pungkas Toharso.
Dirinya juga menargetkan untuk penggunaan RFID bisa mencapai separuh dari total pembelian BBM di SPBU Pertamina.
"Kalau bisa 50% pelanggan kita pakai ini," imbuhnya. (ang/ang)











































