Saat ini Pulau Nias mengalami defisit listrik hingga 75% dari beban puncak sebesar 24 Mega Watt (MW) per hari. Akibatnya, aktivitas masyarakat setempat sangat terganggu. Mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor swasta, hingga kantor pemerintahan, semuanya terganggu.
Untuk menutup defisit listrik sebesar kurang lebih 16 MW, PLN berencana mendatangkan mesin diesel untuk PLTD berkapasitas 12 MW dari Langsa, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Pengiriman mesin dan persiapannya untuk beroperasi membutuhkan waktu 4-5 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga akan mendatangkan genset berkapasitas 800 kVa dari Jakarta. Pengirimannya menggunakan pesawat agar cepat sampai.
"Kita lagi koordinasi juga dengan pemerintah membawa mesin genset dari Jakarta pakai pesawat," ucapnya.
Di samping itu, PLN menjajaki penyewaan PLTD dari perusahaan selain American Power Rental (APR) yang mematikan PLTD secara mendadak di Nias.
"Ada juga beberapa yang menawarkan misalnya Sewatama di Padang, tapi butuh 3 minggu, kapasitasnya 20 MW," papar Amir.
Sejauh ini, PLN telah berhasil mengoperasikan 17 genset dengan total kapasitas 1,25 MW di Pulau Nias. Genset-genset ini dikirim sejak Sabtu lalu untuk membantu mengatasi darurat listrik di Nias.
Genset-genset dipasang di objek-objek yang strategis, sangat penting untuk masyarakat, misalnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), rumah sakit, lembaga pemasyarakatan (lapas), kantor-kantor pemerintah yang memberikan pelayanan publik, sekolah, dan PT Telkom.
"Sekarang sudah 17 genset terpasang semua di PDAM, rumah sakit, lapas, layanan masyarakat, Telkom, sekolah," tutur Amir.
Pengiriman genset terus dilakukan, akan ada 17 genset lagi yang masuk ke Pulau Nias. Begitu tiba, genset akan langsung dipasang oleh PLN.
"Hari ini masuk lagi 10 unit total 650 kVa. Di pelabuhan siap dikirim 7 unit genset lagi. Jadi akan ada 17 genset tambahan lagi. Orang-orang kita membawa langsung alat-alat ke Sibolga pakai shipment, langsung dipasang sampai di Nias," katanya.
Amir berjanji akan menjalankan semua upaya yang bisa dilakukan supaya masyarakat di Pulau Nias tidak terus menderita.
"Yang paling penting masyarakat di sana, itu yang saya sedih. Kita akan berusaha keras," tutupnya.
Menteri ESDM Apresiasi Aksi PLN Atasi Pemadaman di Nias
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengapresiasi langkah cepat PLN dalam mengatasi pemadaman yang terjadi di Kepulauan Nias karena 2 PLTD sewa 2 x 10 MW yang beroperasi berhenti beroperasi. Kedua mesin PLTD itu terletak di Moawo berkapasitas 10 MW dan Idanoi berkapasitas 10 MW.
Sudirman Said, mengharapkan agar PLN menjaga kepercayaan publik dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat harus dijaga dengan meningkatkan kualitas pelayanan. Inilah esensi dari public service" ungkap Sudirman.
Di sisi lain, Sudirman juga mengajak publik untuk memahami bahwa masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya di pulau terluar dan terdepan serta Indonesia Timur yang belum menikmati listrik.
"Perbedaan yang jauh antara kehidupan masyarakat kota dengan di desa hendaknya semakin menyadarkan kita untuk lebih memahami pentingnya subsidi tepat sasaran. Ini harus menjadi movement (gerakan)," lanjut Sudirman.
Sudirman juga meminta agar PLN untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mengantisipasi dan menyelesaikan setiap kendala dengan baik. (feb/feb)











































