APR mematikan PLTD secara mendadak 2 hari sebelum berakhirnya kontrak. Padahal, dalam kontrak telah diatur bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan kontrak harus diinformasikan sejak 2 bulan sebelum jatuh tempo.
Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN, Amir Rosidin, mengungkapkan bahwa langkah yang dilakukan APR ini merupakan pelanggaran kontrak. PLN mengaku mengalami kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan APR ini. PLN harus memobilisasi genset dalam jumlah besar ke Nias dalam waktu cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, meski PLN belum membayar tagihan sebesar Rp 80-90 miliar untuk penyewaan PLTD milik APR di Sumatra Utara (Sumut), APR tetap tak berhak mematikan PLTD di Nias. Sebab, kontrak di Sumut dan Pulau Nias adalah 2 kontrak yang berbeda, tidak ada kaitannya.
Unit PLN yang terikat kontrak pun berbeda, di Sumut pemilik mesin diesel berkontrak dengan PT Pembangkitan Sumatera Utara, sedangkan di Pulau Nias dengan PLN Area Sumatera Utara.
"Di Nias nggak ada masalah, ini 2 kontrak yang berbeda, nggak ada hubungannya," tandasnya.
Apalagi, tagihan di Sumut masih dinegosiasikan. PLN, ujar Amir, tidak mengemplang tagihan tersebut. Dalam kontrak juga tidak ada klausul yang menyebutkan bahwa APR bisa mematikan PLTD miliknya di wilayah lain apabila PLN belum membayar tagihan PLTD miliknya di suatu wilayah.
"Nggak ada klausul itu di kontrak, kontraknya saja terpisah. Orang legal kita melihat ini tidak ada hubungannya. Menurut saya ini tindakan yang sewenang-wenang, ini kan bisnis," dia mengimbuhkan.
Masalah kontrak seperti ini baru sekali dialami oleh PLN. Apa yang dilakukan APR benar-benar tidak disangka-sangka oleh PLN.
"Kita baru pertama kali mengalami masalah kontrak seperti ini, sebelumnya belum pernah," ucap Amir.
PLN berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi, cukup menjadi pelajaran. Amir mengaku telah berbicara dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa sewa PLTD lainnya.
"Perusahaan-perusahaan lain itu lokal. Kita sudah sampaikan, bertemu one on one. Kesepakatannya, kalau masih negosiasi nggak apa-apa dipakai dulu pembangkitnya. Saya harap ini nggak jadi trigger," tutupnya. (feb/feb)











































