Untuk memperkuat cadangan BBM nasional, pemerintah merencanakan berbagai opsi kebijakan, mulai dari penyimpanan cadangan di luar negeri hingga meminjam tangki milik para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan bahwa pemerintah lebih mengedepankan opsi meminjam storage BBM milik KKKS ketimbang melakukan penyimpanan di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa di dalam negeri, di dalam negeri saja diutamakan. Kita target peningkatan cadangan 15 hari. Storage KKKS yang idle sekarang ada 1,5 juta barel, tetapi lokasinya berjauh-jauhan," kata Wiratmaja dalam diskusi di Gedung Migas, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Storage yang ingin dipinjam pemerintah di antaranya adalah milik Chevron dan Conoco Philips. "Ada banyak, ada yang punya Chevron, Conoco Philips, dan sebagainya," tuturnya.
Adapun untuk penyimpanan cadangan BBM di luar negeri, pihaknya telah melakukan penjajakan dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Menteri ESDM Sudirman Said bulan ini dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Timur Tengah untuk membicarakan lebih lanjut rencana tersebut.
"Rencananya bulan ini Menteri ESDM ke Timur Tengah, ke beberapa negara, atau delegasi dari mereka datang ke sini," pungkasnya.
(ang/ang)











































