Kementerian ESDM telah menerima hasil verifikasi tersebut. Tetapi belum dapat dipastikan kapan subsidi untuk 18,76 juta pelanggan listrik 900 VA akan dicabut.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, mengatakan pemerintah telah memastikan subsidi listrik akan dicabut, hanya waktunya saja yang belum pasti. Jarman sendiri berharap pencabutan subsidi dilakukan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil verifikasi data pelanggan dari PLN akan disampaikan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nantinya, Jokowi akan memberikan keputusan terkait subsidi listrik 900 VA ini.
"Data dari TNP2K sudah dicocokkan by name dan by adress, baru selesai kemarin. Menteri ESDM akan melapor ke Presiden hasil verifikasinya bagaimana. Lalu nanti tinggal sesuai arahan Presiden bagaimana, langsung diterapkan," tutur Jarman.
Pihaknya mengaku sudah siap jika Jokowi memerintahkan pencabutan subsidi untuk 18,76 juta pelanggan listrik 900 VA. "Kemarin kita sudah bahas detailnya, mekanisme kalau masyarakat tidak mampu tidak terverifikasi bagaimana, sudah kita siapkan. Tinggal kita tunggu arahan," tutupnya.
Sebagai informasi, verifikasi data dimulai pada 18 Februari 2016 dan selesai pada minggu ke-3 Maret 2016. Pencocokan data dilakukan dengan mendatangi satu per satu pelanggan listrik 900 VA. "Pelanggan sudah didatangi satu per satu oleh PLN," kata Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi.
"Direksi PLN sudah melaporkan hasil pencocokan data ke Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM akhir Maret lalu," Agung menambahkan.
Namun, belum ada keputusan dari pemerintah apakah subsidi listrik untuk 18,76 juta pelanggan akan dicabut. PLN masih menunggu keputusan dari pemerintah. "Sebanyak 3,94 juta yang layak mendapatkan subsidi. Sisanya 18,76 juta pelanggan sementara ini masuk yang belum layak mendapatkan subsidi," tutupnya. (wdl/wdl)











































