Jokowi menyebut, pengelolaan dan perawatan yang kurang baik sebagai penyebab mangkraknya PLTS di berbagai daerah. Akibatnya, PLTS yang dibangun dari uang rakyat menjadi proyek buang-buang duit, ujung-ujungnya tidak bermanfaat bagi masyarakat.
Kementerian ESDM mengakui, memang banyak laporan adanya PLTS rusak di daerah-daerah. Tetapi menurut ESDM, laporan itu belum tentu benar, harus dilihat langsung untuk diverifikasi kebenarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan yang terjadi, sambungnya, bisa jadi hanya kerusakan kecil yang dapat diperbaiki dengan mudah. "Bisa jadi rusak ringan bisa diperbaiki, harus sepengetahuan teknisinya," tukas dia.
Dia menyontohkan, PLTS Daruba di Pulau Morotai, Maluku Utara, dilaporkan mangkrak ke Jokowi. Setelah didatangi langsung oleh Jokowi, ternyata PLTS Daruba hanya mengalami kerusakan kecil dan masih bisa beroperasi normal. "Harus dicek ulang ke lapangan, jangan salah kasih info seperti kejadian di Morotai sana, membingungkan semua pihak," ujarnya.
"Kita lagi menyusun tabelnya, kita akan ke lapangan untuk melakukan verifikasi (PLTS rusak). Yang disebut dalam laporan rusak berat, dengan rusak berat menurut kita kan beda," dia menambahkan.
PLTS-PLTS yang mangkrak menjadi pelajaran berharga bagi ESDM. Perbaikan-perbaikan akan dilakukan supaya tidak ada lagi PLTS yang hanya jadi proyek buang-buang uang rakyat. "Saya nggak menyembunyikan, yang penting bagaimana nanti itu diperbaikinya. Ini yang lagi ditata," tutupnya. (wdl/wdl)











































