Meski demikian, Kementerian ESDM menyatakan akan tetap giat membangun PLTS. Proyek-proyek baru tidak akan terhenti hanya karena adanya PLTS lama yang rusak.
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menyatakan yang penting tidak ada kesalahan seperti proyek-proyek PLTS sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mengakui, banyak PLTS yang akhirnya hanya jadi proyek buang-buang uang rakyat, akibat tidak dikelola dengan baik. Kini ESDM telah melakukan sejumlah perbaikan supaya tidak ada lagi PLTS mangkrak. "Saya nggak menyembunyikan, yang penting bagaimana nanti (masalah PLTS mangkrak) itu diperbaikinya. Ini yang lagi ditata," ujarnya.
Sekarang, pembangunan PLTS harus diusulkan oleh pemerintah daerah (Pemda) agar sesuai kebutuhan daerah, bukan lagi inisiatif dari pemerintah pusat. Pemda yang mengusulkan juga harus membuat surat pernyataan kesanggupan untuk merawat PLTS. Dengan begitu, diharapkan PLTS di daerah bisa terawat dengan baik.
"Agar sustain, pertama-tama pembangunan PLTS harus diusulkan oleh pemda setempat, artinya mereka butuh, jangan dari kita. Kalau dari kita nanti kesannya itu kemauan pusat. Harus ada kemauan dan kesanggupan bupati untuk memeliharanya. Itu yang kita pegang, semuanya bermaterai. Baru kita bangun," paparnya.
Kementerian ESDM juga menyiapkan teknisi-teknisi handal untuk perawatan PLTS. Lalu ada program 'Patriot Energi', yaitu pengiriman mahasiswa/i ke daerah-daerah untuk membantu pengembangan EBT, termasuk merawat PLTS.
"Tiap tahun kita bangun 100-an unit PLTS. Artinya kita harus didik teknisi untuk 100 lokasi. Kita juga ada patriot energi, mengkondisikan PLTS-nya," cetus Rida.
Masyarakat lokal juga diajak untuk memelihara PLTS. "Masyarakat juga harus terlibat, harus dibangun sense of belonging. Jangan mereka merasa ini barang orang, dikirim dari pusat, rusak atau tidak terserah," tutupnya. (wdl/wdl)











































