Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, krisis listrik masih menjadi salah satu pekerjaan rumah paling mendesak untuk diselesaikan. Dia meminta masyarakat bersabar sejalan dengan upaya pemerintah dalam percepatan proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW).
"Itu (krisis listrik) yang akan dipercepat dengan pembangunan listrik. Butuh 2-3 tahun," kata Jokowi ditemui di acara Sinergi Aksi untuk Ekonomi Kerakyatan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (11/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah (krisis listrik Nias) diusahakan dengan diesel dari Aceh. Krisis listrik di semua provinsi ada. Byar pet ada di semua provinsi," tutup Jokowi. (feb/feb)











































