Bila ada pengurangan anggaran, yang akan dikorbankan adalah untuk belanja barang dan dana operasional, misalnya untuk perjalanan dinas.
"Saya memberi aba-aba bahwa APBN-P kan mungkin akan menurun, jadi kita mungkin kena pemotongan. Pemotongannya berapa tergantung bilateral dari Bappenas dan Kemenkeu. Sebisa mungkin jangan infrastruktur yang dipotong, dana operasional atau belanja barang saja. Misalnya biaya perjalanan dinas, itu kan memang kita melakukan penyisiran supaya efisien," kata Sudirman saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Triwulan pertama serapan 2016 hasilnya dibanding tahun lalu naik 3 kali lipat persentasenya. Bulan ini biasanya baru 2%-an tapi tahun ini sudah 6%. Bahkan per 10 April 2016 sudah hampir 10%. Ini satu kemajuan yang baik dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya.
Kenaikan realisasi anggaran ini merupakan hasil dari percepatan yang dilakukan oleh ESDM. Lelang pengadaan barang dan jasa misalnya, lebih cepat 7 bulan dari biasanya.
"Ini berkat persiapan kita yang lebih dini. Kan kita 7 bulan lebih maju," tutur Sudirman.
Baik belanja rutin maupun belanja infrastruktur sama-sama mengalami kenaikan.
"Kalau anggaran rutin malah ada yang sudah 13%. Yang infrastruktur keseluruhan naik 3 kali lipat dibanding bulan yang sama tahun lalu," paparnya.
Ditargetkan penyerapan anggaran Kementerian ESDM bisa mencapai 17% pada akhir April ini. Di Semester I 2016, Sudirman berharap serapan bisa menembus 32%.
"Akhir bulan ini saya berharap 17%. Semester I targetnya 32%," tutupnya. (ang/ang)











































