Tetapi, Nias ternyata belum terbebas dari krisis listrik yang sebenarnya. Rasio elektrifikasi di Nias masih belum 100%, banyak penduduk yang belum bisa menikmati listrik. Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengungkapkan bahwa 65% dari 170 desa di wilayahnya belum teraliri listrik.
"Sebanyak 65% dari 170 desa di Kabupaten Nias belum terlistriki," kata Sokhiatulo saat ditemui di Kantornya, Nias, Kamis (14/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila kebutuhan listrik terpenuhi, perekonomian Nias bisa berkembang pesat karena berdirinya industri-industri, potensi pariwisata juga bisa dimaksimalkan.
"Kita butuh listrik sampai 150 MW untuk industri pengolahan karet, kelapa, ikan. Itu baru industri, belum lagi perhotelan, resort," tuturnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said yang melakukan kunjungan kerja ke Nias mengaku lega akhirnya krisis listrik selesai. Namun, Ia membenarkan bila pasokan listrik di Nias harus terus ditingkatkan.
"Hari ini kami datang ke Nias untuk meninjau proses penyelesaian krisis listrik Nias. Kita bersyukur sejak kemarin Nias hampir pulih total. Tapi kita punya banyak PR (pekerjaan rumah) supaya benar-benar ada solusi permanen," tuturnya.
Saat ini, rasio elektrifikasi di seluruh Pulau Nias yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota baru 47%, artinya ada 53% wilayah yang belum mendapat listrik. Pihaknya ingin rasio elektrifikasi Nias bisa ditingkatkan sampai 80% dalam 4 tahun ke depan.
"Nias ini rasio elektrifikasinya masih 47%. Listrik itu pendorong ekonomi, kita ingin dorong elektrifikasi supaya naik 3-4 tahun ke depan bisa nambah sampai 80%," ucap Sudirman.
Sejalan proyek listrik 35.000 MW yang sedang dilaksanakan pemerintah, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Nias perlu didorong. Untuk itu, PLN akan menyelenggarakan Investor Forum guna menarik pemodal membangun pembangkit listrik di Nias.
Sepulang dari Nias, Sudirman juga berjanji akan membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelesaikan masalah listrik di Pulau Nias secara permanen.
"Kita akan buat task force Nias bersama PLN sepulang dari sini," pungkasnya. (feb/feb)











































