65% Desa di Kabupaten Nias Belum Teraliri Listrik

65% Desa di Kabupaten Nias Belum Teraliri Listrik

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 14 Apr 2016 15:05 WIB
65% Desa di Kabupaten Nias Belum Teraliri Listrik
Foto: Michael Agustinus
Nias - Krisis listrik di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara memang sudah berakhir. PLTD Moawo 10 MW dan PLTD Idanoi 10 MW sudah kembali beroperasi sehingga pasokan listrik di Nias sudah sekitar 24 MW.

Tetapi, Nias ternyata belum terbebas dari krisis listrik yang sebenarnya. Rasio elektrifikasi di Nias masih belum 100%, banyak penduduk yang belum bisa menikmati listrik. Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengungkapkan bahwa 65% dari 170 desa di wilayahnya belum teraliri listrik.

"Sebanyak 65% dari 170 desa di Kabupaten Nias belum terlistriki," kata Sokhiatulo saat ditemui di Kantornya, Nias, Kamis (14/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, pasokan listrik yang ada saat ini masih sangat jauh di bawah kebutuhan masyarakat Nias. Menurut perhitungannya, Nias membutuhkan listrik hingga 150 MW, sementara sekarang pasokan yang ada baru 24 MW.

Bila kebutuhan listrik terpenuhi, perekonomian Nias bisa berkembang pesat karena berdirinya industri-industri, potensi pariwisata juga bisa dimaksimalkan.

"Kita butuh listrik sampai 150 MW untuk industri pengolahan karet, kelapa, ikan. Itu baru industri, belum lagi perhotelan, resort," tuturnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said yang melakukan kunjungan kerja ke Nias mengaku lega akhirnya krisis listrik selesai. Namun, Ia membenarkan bila pasokan listrik di Nias harus terus ditingkatkan.

"Hari ini kami datang ke Nias untuk meninjau proses penyelesaian krisis listrik Nias. Kita bersyukur sejak kemarin Nias hampir pulih total. Tapi kita punya banyak PR (pekerjaan rumah) supaya benar-benar ada solusi permanen," tuturnya.

Saat ini, rasio elektrifikasi di seluruh Pulau Nias yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota baru 47%, artinya ada 53% wilayah yang belum mendapat listrik. Pihaknya ingin rasio elektrifikasi Nias bisa ditingkatkan sampai 80% dalam 4 tahun ke depan.

"Nias ini rasio elektrifikasinya masih 47%. Listrik itu pendorong ekonomi, kita ingin dorong elektrifikasi supaya naik 3-4 tahun ke depan bisa nambah sampai 80%," ucap Sudirman.

Sejalan proyek listrik 35.000 MW yang sedang dilaksanakan pemerintah, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Nias perlu didorong. Untuk itu, PLN akan menyelenggarakan Investor Forum guna menarik pemodal membangun pembangkit listrik di Nias.

Sepulang dari Nias, Sudirman juga berjanji akan membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelesaikan masalah listrik di Pulau Nias secara permanen.

"Kita akan buat task force Nias bersama PLN sepulang dari sini," pungkasnya. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads