Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, jika pada tahun 2014 beban avtur sebesar US$ 1,56 miliar, sedang tahun 2015 menyusut menjadi US$ 1,05 miliar.
"Menurun 11% dari total beban avtur kita setelah penurunan harga BBM," kata Arif ditemui di kantor pusat Garuda Indonesia, Tanggerang, Jumat (15/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan pihaknya mengaku merugi hingga US$ 30 juta akibat pembatalan sejumlah penerbangan akibat gangguan asap kebakaran hutan dan letusan gunung berapi yang terjadi sepanjang 2015.
"Itu yang membuat laba operasional kita turun sampai 3%. Itu paling besar sekali karena asap kebakaran hutan," tutupnya. (feb/feb)











































