Listrik di Sumatera Surplus, Tapi Kenapa Masih Byar Pet?

Listrik di Sumatera Surplus, Tapi Kenapa Masih Byar Pet?

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2016 13:53 WIB
Listrik di Sumatera Surplus, Tapi Kenapa Masih Byar Pet?
Foto: Dok PLN
Medan - Total kapasitas terpasang pembangkit listrik di Sumatera sudah mencapai sekitar 8.000 MW, sementara beban puncaknya (peak) sekitar 5.500 MW. Artinya, pasokan listrik sebenarnya sudah surplus lebih dari 30%. Tapi mengapa masih kerap terjadi pemadaman bergilir alias byar pet?

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin, menjelaskan bahwa meski surplus namun pasokan listrik di Sumatera tidak merata. Misalnya, surplus dari Sumatera Selatan (Sumsel) tidak bisa dialirkan ke Sumatera Utara (Sumut) karena kurangnya jaringan transmisi.

Maka PLN perlu menggenjot pembangunan jaringan transmisi di Sumatera. Dari total jaringan transmisi sepanjang 46.000 km yang perlu dibangun PLN untuk mendukung proyek listrik 35.000 MW hingga 2019, sepanjang 19.000 km di antaranya untuk Sumatera. Transmisi yang harus dibangun itu setara dengan 1,5 kali jaringan transmisi yang sudah ada sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk itu di Sumatera perlu dibangun jaringan transmisi, harus dibangun sekitar 19.000 km selama 5 tahun. Dari total 46.000 km transmisi untuk proyek 35.000 MW, 19.000 km itu di Sumatra. Panjang transmisi di Sumatra sekarang 12.000 km, jadi kita bangun 1,5 kali yang sudah ada," kata Amir kepada detikFinance di Medan, beberapa hari lalu.

Tetapi pembangunan jaringan transmisi tak mudah. Persoalan utamanya adalah pembebasan lahan yang amat sulit.

"Persoalan utamanya lahan, kedua lahan, ketiga lahan. Yang utama adalah jaringan PLN ini melalui hutan yang ada penduduknya, masih proses untuk kita selesaikan," ucap Amir.

Perpres Nomor 4 Tahun 2016 yang baru saja diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan bisa menjadi solusi atas masalah pembebasan lahan selama ini. Perpres ini pertama-tama akan dicoba untuk menyelesaikan pembebasan lahan untuk transmisi PLN di Pulau Bintan."Perpres Nomor 4 Tahun 2016 kita coba untuk menyelesaikannya, misalnya di Pulau Bintan," ungkapnya.

Pembangunan jaringan transmisi ini amat penting. Tanpa transmisi, listrik dari pembangkit-pembangkit baru tidak bisa dialirkan ke konsumen. Maka pembangunan jaringan transmisi tak boleh ketinggalan dari pembangunan pembangkit listrik baru.

Hingga 5 tahun ke depan, akan ada banyak pembangkit baru yang dibangun di Sumatera, totalnya 9.000 MW. Karena itu, jaringan transmisi sepanjang 19.000 km harus terbangun untuk mendukungnya.

"Dari proyek 35.000 MW itu, 9.000 MW di antaranya untuk Sumatera. Tahun ini akan beroperasi pembangkit-pembangkit baru totalnya 1.200 MW," Amir menjelaskan.

Jaringan transmisi yang dibangun akan masuk hingga ke pelosok-pelosok supaya listrik semakin lancar ke seluruh Sumatera. Tahun 2016 ini akan ada tambahan jaringan transmisi sepanjang 2.000 km.

"Sekarang kita masuk ke pelosok-pelosok seperti Mesuji, Sei Mangkei, semua dikejar," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads