Agar proyek 35.000 MW terealisasi seluruhnya, setidaknya setiap tahun harus dibangun pembangkit-pembangkit listrik hingga 7.000 MW selama 5 tahun berturut-turut.
Tetapi sampai hari ini, realisasi proyek ini masih minim. Di akhir 2015, belum ada 1 pembangkit bagian dari proyek 35.000 MW yang beroperasi (Commercial Operation Date/COD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sudah selesai tahun ini (COD) antara lain PLTG Gorontalo 4x25 MW," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (18/4/2016).
Hingga saat ini belum ada tambahan lagi, artinya realisasi proyek 35.000 MW baru 100 MW alias 0,28%.
"Belum ada lagi yang COD. Pembangkit-pembangkit yang sudah COD kebanyakan dari program 7.000 MW terdahulu (kelanjutan dari Fast Tracking Project/FTP di periode pemerintahan sebelumnya)," ucap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko.
Meski demikian, Kementerian ESDM masih optimis proyek 35.000 MW bisa dikebut dan diselesaikan sesuai jadwal.
"Sementara masih belum perlu direvisi," kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul. (ang/wdl)











































