Realisasi Proyek 35.000 MW Baru 100 MW

Realisasi Proyek 35.000 MW Baru 100 MW

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2016 07:57 WIB
Realisasi Proyek 35.000 MW Baru 100 MW
Foto: Istimewa/dok PLN
Jakarta - Pemerintah memasang target bisa menambah pasokan listrik hingga 35.000 MW dalam 5 tahun, artinya ada tambahan 7.000 MW setiap tahun. Proyek listrik 35.000 MW dibuat supaya Indonesia tidak mengalami krisis listrik di masa mendatang.

Tapi sampai hari ini, realisasi proyek 35.000 MW baru 100 MW alias 0,28% saja. Baru satu pembangkit listrik dari proyek 35.000 MW yang sudah selesai dibangun dan mulai beroperasi (Commercial Operation Date/COD), yaitu PLTG Gorontalo 4x25 MW.

PLTG Gorontalo 4x25 MW mulai COD pada Januari 2016 lalu. Sampai saat ini, belum ada lagi pembangkit dari proyek 35.000 MW yang COD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian ESDM mengakui bahwa realisasi dari proyek 35.000 MW memang masih kecil sekali. Alasannya, proyek ini baru diluncurkan Mei 2015 lalu, belum genap setahun.

"Kan baru Mei kemarin diluncurkan. Sebagian besar masih menuju financial close dan persiapan konstruksi," kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul, saat dihubungi detikFinance, Senin (18/4/2016).

Selain itu, Alihuddin menambahkan, proyek 35.000 MW didominasi oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pembangunan PLTU memerlukan waktu bertahun-tahun, tidak bisa cepat seperti pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

"Ada pembangkit yang bisa cepat dibangun, misalnya PLTG. Kalau PLTU nggak secepat itu. PLTU Batang misalnya, nggak bisa setahun," paparnya.

Adapun penandatangan kontrak jual-beli listrik (Power Purchase Agreement) untuk proyek 35.000 MW saat ini sudah 17.000 MW. "Kalau PPA sudah 17.000 MW," ujar Alihuddin.

Meski realisasi proyek 35.000 MW masih baru 0,28%, Alihuddin masih optimistis proyek ini bisa terselesaikan tepat waktu seluruhnya. Pihaknya tidak berencana untuk merevisi proyek 35.000 MW.

"Sementara masih belum perlu direvisi," pungkasnya. (ang/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads