"Idealnya memang 7.000 MW per tahun. Tapi semua masih on progress," kata Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (18/4/2016).
Hingga April 2016 ini, baru satu pembangkit listrik yang sudah mulai beroperasi (Commercial Operation Date/COD), yaitu PLTG Gorontalo 4 x 25 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi secara terpisah, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul menyatakan, wajar saja realisasi proyek 35.000 MW baru 100 MW. Sebab, proyek ini baru resmi diluncurkan pada Mei 2015 atau tak sampai setahun lalu.
"Kan baru Mei kemarin diluncurkan. Sebagian besar masih menuju financial close dan persiapan konstruksi," ucapnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek 35.000 MW, pembangkit-pembangkit listrik yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), akan dikebut.
"Ada pembangkit-pembangkit yang bisa diselesaikan dalam waktu cepat, itu kita dorong," tutupnya. (drk/dnl)











































