Kejar 7.000 MW Listrik dari Panas Bumi, Ini Langkah ESDM

Kejar 7.000 MW Listrik dari Panas Bumi, Ini Langkah ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2016 16:00 WIB
Kejar 7.000 MW Listrik dari Panas Bumi, Ini Langkah ESDM
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Meski kaya akan sumber energi terbarukan, Indonesia masih tertinggal dalam pemanfaatannya. Contoh saja panas bumi (geothermal), dari total potensi 29.000 MW, Indonesia baru memanfaatkan 1.400 MW atau sekitar 4% saja.

Pengembangan panas bumi terus dilakukan supaya kekayaan tersebut tidak sia-sia. Masyarakat Indonesia pun bisa memperoleh energi yang bersih dan tak akan habis. Hingga 2025, Kementerian ESDM menargetkan kapasitas terpasang listrik dari panas bumi bisa mencapai 7.000 MW.

Agar target tersebut bisa tercapai, setiap tahun penggunaan panas bumi harus ditingkatkan hingga kurang lebih 600 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus merapatkan barisan karena target dan kebutuhan sangat nyata. Masing-masing sudah tahu, hanya tinggal dikomunikasikan terus, target kita 6.976 MW, dibulatkan jadi 7.000 MW. Kalau ada potensi tertunda harus dikoordinasikan," kata Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam sambutannya saat membuka peluncuran IIGCE di Double Tree Hotel, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Rida mengatakan, pihaknya berupaya membuat kemudahan-kemudahan supaya target 7.000 MW pada 2025 itu bisa tercapai. "Mengingat target yang menantang, menjadi tugas kita untuk mempermudah target itu. Pemerintah akan memberikan segala macam kemudahan untuk mempercepat pengembangan geothermal," ucapnya.

Misalnya dengan penciptaan regulasi-regulasi yang mempermudah dan memberi insentif untuk pengembangan panas bumi. "PP (Peraturan Pemerintah) tentang bonus produksi tinggal ditandatangan presiden. PP Pemanfaatan Langsung tinggal diharmonisasi di Kemenkumham. RPP Pemanfaatan Tidak Langsung sedang dibahas di internal ESDM," tuturnya.

Selain itu, BUMN juga diberi penugasan untuk mengeksplorasi dan memproduksi panas bumi di wilayah-wilayah kerja tertentu. "Penugasan ke BUMN dijamin UU Panas Bumi," tukas dia.

Sementara itu, Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) menyatakan, akan terus mendukung pengembangan panas bumi supaya target listrik 7.000 MW dari panas bumi di 2025 bisa tercapai.

Salah satunya dengan penyelenggaraan Indonesia International Geothermal and Exhibition (IIGCE) 2016 pada 10-12 Agustus mendatang di JCC Senayan, Jakarta. Acara ini direncanakan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Ini ajang untuk berdiskusi masalah-masalah panas bumi serta berbagi pengalaman dan keahlian bagi kepentingan bersama," tutupnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads