Chevron Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan, Ini Respons ESDM

Chevron Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan, Ini Respons ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2016 13:02 WIB
Chevron Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan, Ini Respons ESDM
Foto: Istimewa
Jakarta - Kementerian ESDM sudah menerima laporan langsung dari PT Chevron Pacific Indonesia bahwa raksasa migas asal Amerika Serikat (AS) tersebut bakal mengurangi jumlah karyawannya dengan cara menawarkan opsi pensiun dini secara sukarela (voluntary).

"Chevron sudah melaporkan akan melakukan pengurangan pegawai secara alami dan juga secara sukarela," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui usai diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Sejauh ini, kata Wiratmaja, baru Chevron saja yang melaporkan adanya langkah jumlah pekerja. "Belum ada KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) lain yang melapor akan mengurangi karyawan," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiratmaja memahami langkah yang diambil oleh Chevron, industri hulu migas saat ini sedang terpukul akibat anjloknya harga minyak hingga di bawah US$ 40/barel.

Karena itu, pihaknya juga sedang mengkaji apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu keuangan perusahaan migas yang menjadi KKKS di Indonesia.

"Kita lagi dalam pembahasan dengan IPA dan juga KKKS, dengan harga minyak yang lagi rendah ini apa yang bisa dilakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro menjelaskan, Chevron melakukan dua tahapan efisiensi. Tahap pertama adalah memberikan percepatan pensiun yang dipermudah kriterianya (voluntary).

"Tahap ini sudah berjalan, cuma saya nggak tahu berapa jumlahnya," ujar Elan kepada detikFinance, Selasa (19/4/2016).

Kemudian, dilanjutkan dengan tahap kedua. Di tahap ini, Chevron melakukan perubahan organisasi.

"Organisasi yang tadinya gemuk dibikin slim. Kemudian pada saat mengubah organisasi tadi, ada yang namanya proses seleksi. Mana yang akan mengisi posisi-posisi organisasi itu. Pemilihannya ada tim konsultan yang menilai orang-orang tersebut," ujar Elan. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads