Perusahaan Minyak di RI Berhemat, Pangkas Bonus Hingga Biaya Rapat

Perusahaan Minyak di RI Berhemat, Pangkas Bonus Hingga Biaya Rapat

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2016 15:10 WIB
Perusahaan Minyak di RI Berhemat, Pangkas Bonus Hingga Biaya Rapat
Foto: Budi Hartadi
Jakarta - Berbagai cara dilakukan oleh perusahaan-perusahaan migas yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), untuk tetap bertahan di tengah harga minyak yang rendah.

Efisiensi mau tak mau dilakukan, karena harga minyak terjun dari level US$ 100 pada 2014 hingga di bawah US$ 40/barel saat ini. Penerimaan perusahaan-perusahaan migas pun anjlok hingga 60%-70%.

"Pasti harus efisiensi, kalau nggak nanti nggak bisa bertahan," kata Kadiv Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Elan Biantoro, saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada macam-macam langkah efisiensi yang dilakukan oleh para KKKS. "Misalnya Conoco Philips, tahun ini tidak ada kenaikan gaji, tidak ada bonus. Tapi mereka tidak melakukan pengurangan karyawan," ujar Elan.

KKKS juga memangkas biaya-biaya untuk perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan operasional lainnya. "Kalau dulu biasanya pergi-pergi rapat, sekarang cukup teleconference saja untuk menggantikan pergi-pergi," tukas dia.

Selain itu, KKKS juga mengurangi biaya investasi (capex) untuk pengembangan lapangan. Proyek-proyek yang keekonomiannya rendah ditunda (reschedule).

Elan menambahkan, kegiatan pengeboran berkurang drastis akibat penghematan yang dilakukan KKKS. Biasanya, setiap tahun ada 1.000 pengeboran. "Sekarang cuma 450, kurang dari separuhnya," ungkapnya.

Bila semua langkah-langkah efisiensi itu sudah dilakukan namun keuangan perusahaan masih merah, mau tak mau dilakukan pengurangan jumlah karyawan, seperti yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia baru-baru ini.

"Efisiensi itu tidak harus mengurangi tenaga kerja. Pengurangan karyawan itu langkah terakhir kalau langkah lain sudah tidak cukup," tandas Elan.

Untuk membantu supaya keuangan para KKKS tetap sehat, SKK Migas bersama Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah insentif, seperti perpanjangan masa eksplorasi, bagi hasil yang lebih fleksibel, dan sebagainya. "Kita juga mencoba membantu revisi budget," tutupnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads