Dalam peresmian Program Indonesia Terang di Desa Temel Sosian, Maybrat, Papua Barat, Menteri ESDM Sudirman Said menyebutkan bahwa pihaknya akan memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Indonesia Timur yang saat ini masih minim.
"Kita memberikan fokus ke wilayah timur Indonesia Terang. Mempercepat kelistrikan atau akses ke 12 ribuan desa," terang Menteri ESDM Sudirman Said dalam peresmian Program Indonesia Terang di Desa Temel Sosian, Maybrat, Papua Barat, Kamis (21/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada di 6 provinsi nanti akan punya 3 pendekatan. Kalau masalahnya ada pembangkit perlu disambung transmisi, kabel-kabel akan kita lakukan memperpanjang penyambungnya transmisi," ujarnya.
Sementara itu, beberapa pendekatan lainnya juga dilakukan oleh Kementerian ESDM dengan memasang segala komponen yang mampu mempercepat elektrifikasi desa-desa di Indonesia Timur yang belum teraliri listrik.
"Kalau pembangkit tidak ada yang paling cepat PLTS, tapi kekurangannya tidak 24 jam paling tidak mulai terbangun. Kalau desa terpencar maka dipasang solar cell kita latih masyarakat untuk mengelola," tambah Sudirman.
Sehingga dalam 5 tahun ke depan, program Indonesia Terang sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh desa di wilayah Indonesia Timur.
"Kita kerjakan 4 sampai 5 tahun ke depan," tutur Sudirman.
Di tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan dapat mengaliri listrik di 6 provinsi di Indonesia Timur dengan anggaran mencapai Rp 441 miliar dari APBN.
"Seluruh Papua, Maluku, NTT, NTB kapasitas awalnya 9,4 megawatt (mw) 2016. Anggaran Rp 441 miliar di 2016, InsyaAllah ini akan dijalankan," tutup Sudirman. (hns/hns)











































