Ini Kritik Tri Mumpuni si 'Wanita Listrik' Soal Banyaknya PLTS Mangkrak

Ini Kritik Tri Mumpuni si 'Wanita Listrik' Soal Banyaknya PLTS Mangkrak

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2016 15:06 WIB
Ini Kritik Tri Mumpuni si Wanita Listrik Soal Banyaknya PLTS Mangkrak
Foto: Istimewa/Humas PLN
Jakarta - Tri Mumpuni si 'wanita listrik' yang dikenal karena melistriki banyak desa dengan energi baru terbarukan (EBT) angkat bicara soal banyaknya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mangkrak.

PLTS mangkrak sebelumnya mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengungkapkan kekesalannya saat meresmikan PLTS di Pulau Morotai pada 5 April 2016 lalu. PLTS-PLTS yang sudah dibangun tak dirawat dengan baik dan akhirnya rusak.

Tri membenarkan pernyataan Jokowi tersebut, dia memahami kekesalan Jokowi. Menurutnya, pembangunan PLTS selama ini hanya menjadi sekedar proyek saja. Masyarakat lokal tidak diajak ikut terlibat untuk mengoperasikan, merawat, dan mengelola PLTS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Jokowi mengatakan mangkrak, itu betul sekali. Banyak sekali, lebih dari 100 lokasi. Masyarakatnya tidak disiapkan. Masyarakat dikasih PLTS terus ditinggal, ya mangkrak akhirnya," kata Tri saat ditemui usai diskusi di Graha PPI, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Pembangunan PLTS selama ini dilakukan tanpa diikuti dengan pembangunan masyarakat, hanya fisik PLTS saja yang diperhatikan.

"Kita itu lupa, yang kita bangun selalu fisik infrastruktur. Harusnya kita bangun juga manusianya. Kalau manusianya kita siapkan dengan baik, saya yakin mereka punya kapasitas untuk membangun sendiri dan tugas pemerintah adalah menyediakan sarananya," tuturnya.

Supaya tak ada lagi PLTS mangkrak, kini dibuat program Patriot Energi, yaitu pengiriman anak-anak muda lulusan perguruan tinggi untuk mendampingi masyarakat di daerah-daerah terpencil membangun, mengoperasikan, merawat, dan mengelola pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT).

Jika pembangunan PLTS dilakukan tanpa mengetahui kebutuhan dan permasalahan masyarakat setempat, tidak melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal, Tri yakin ke depan akan semakin banyak PLTS mangkrak. Akhirnya uang rakyat dihabiskan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

"Harusnya masyarakat didampingi, makanya kita buat program Patriot Energi. Kalau kemampuan masyarakat ada, sudah mampu memasang, mengoperasikan, merawat, nggak ada kata-kata mangkrak. Selama ini proyek top-down dari atas. Jadi dampingi manusianya dulu sampai punya kemampuan," tandasnya.

"Saya beri contoh sepeda gunung, sepeda gunung mempermudah manusia menaiki perbukitan. Tapi tanpa sepeda gunung, manusia juga bisa ke puncak gunung, kan punya kaki, tapi sepeda gunung nggak bisa sampai sendiri ke puncak gunung. Sama halnya dengan PLTS, itu hanya alat," ucapnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads