Tiga Kecamatan di Papua Barat Ini Sudah Nikmati Listrik

Tiga Kecamatan di Papua Barat Ini Sudah Nikmati Listrik

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2016 16:35 WIB
Tiga Kecamatan di Papua Barat Ini Sudah Nikmati Listrik
Foto: Ardan Adhi Chandra
Maybrat - Pemerintah tengah berupaya keras untuk mengatasi defisit listrik di kawasan Indonesia Timur. Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah adalah Indonesia Terang yang fokus dalam distribusi listrik di 6 provinsi di Indonesia Timur.

Program Indonesia Terang yang diupayakan Kementerian ESDM menargetkan adanya pemerataan distribusi listrik di daerah Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua. Salah satu wilayah yang menjadi target program Indonesia Terang adalah Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Elektrifikasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, hanya berada di 3 kecamatan saja. Hal ini terjadi lantaran keterbatasan pembangkit yang digunakan untuk mengaliri listrik. Sedangkan untuk beberapa kecamatan lainnya masih bergantung pada generator listrik yang dikelola secara pribadi maupun swadaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di Maybrat 3 kecamatan saja yang menikmati listrik. Kita masih menggunakan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. 3 tahun lalu menyala 6 jam, dari 6 sore sampai jam 6 malam. Mesin skala kecil, untuk beli BBM jauh dari Sorong," ujar Bupati Maybrat, Karel Murafer saat peresmian Indonesia Terang di Desa Temel Sosian Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (21/4/2016).

Meski jauh dari kata cukup, aliran listrik yang tersambung di 3 kecamatan Maybrat sudah mengalami kemajuan hingga dapat memenuhi kebutuhan listrik 12 jam setiap harinya.

"Tingkatkan dari 6 jam jadi 12 jam, 6 sore 6 pagi. Itupun mati hidup karena mesinnya skala kecil," jelas Karel.

Defisit listrik di Kabupaten Maybrat sudah terjadi sejak lama. Bahkan, beberapa tahun silam Pemerintah Daerah setempat mengirimkan surat
Permohonan ke Kementerian ESDM untuk peningkatan elektrifikasi listrik namun tak kunjung mendapat respons.

"7 tahun lalu mengajukan surat ke Kementerian ESDM. Peningkatan status 12 jam di Maybrat mohon perhatikan kami sarana listrik menyala 24 jam. Tingkat kesulitan untuk pengembangan energi di Maybrat," pungkas Karel.

Dari tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang ada di Kabupaten Maybrat, saat ini hanya satu unit saja yang mampu beroperasi memenuhi sebagian kebutuhan warga Maybrat.

"Tahun anggaran 2013/2014 sampai 2015 Kabupaten Maybrat baru membangun PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) sebanyak 3 unit. Satu yang kita bangun d sini dana dari APBN, jumlahnya cukup besar jadi PLTMH yang ada di sini cukup besar, sehingga bisa suplai seluruh Maybrat,"

Sedangkan dua unit PLTMH lainnya belum dapat beroperasi secara penuh lantaran minimnya fasilitas pendistribusian listrik ke beberapa wilayah di Maybrat.

"Kemudian 2 PLTMH yang dibangun Rp 9 miliar di Kanisaba itu belum disuplai karena hambatan di tiang listrik dan kabel," terang Karel. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads