Program Indonesia Terang yang diupayakan Kementerian ESDM menargetkan adanya pemerataan distribusi listrik di daerah Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua. Salah satu wilayah yang menjadi target program Indonesia Terang adalah Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Elektrifikasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, hanya berada di 3 kecamatan saja. Hal ini terjadi lantaran keterbatasan pembangkit yang digunakan untuk mengaliri listrik. Sedangkan untuk beberapa kecamatan lainnya masih bergantung pada generator listrik yang dikelola secara pribadi maupun swadaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski jauh dari kata cukup, aliran listrik yang tersambung di 3 kecamatan Maybrat sudah mengalami kemajuan hingga dapat memenuhi kebutuhan listrik 12 jam setiap harinya.
"Tingkatkan dari 6 jam jadi 12 jam, 6 sore 6 pagi. Itupun mati hidup karena mesinnya skala kecil," jelas Karel.
Defisit listrik di Kabupaten Maybrat sudah terjadi sejak lama. Bahkan, beberapa tahun silam Pemerintah Daerah setempat mengirimkan surat
Permohonan ke Kementerian ESDM untuk peningkatan elektrifikasi listrik namun tak kunjung mendapat respons.
"7 tahun lalu mengajukan surat ke Kementerian ESDM. Peningkatan status 12 jam di Maybrat mohon perhatikan kami sarana listrik menyala 24 jam. Tingkat kesulitan untuk pengembangan energi di Maybrat," pungkas Karel.
Dari tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang ada di Kabupaten Maybrat, saat ini hanya satu unit saja yang mampu beroperasi memenuhi sebagian kebutuhan warga Maybrat.
"Tahun anggaran 2013/2014 sampai 2015 Kabupaten Maybrat baru membangun PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) sebanyak 3 unit. Satu yang kita bangun d sini dana dari APBN, jumlahnya cukup besar jadi PLTMH yang ada di sini cukup besar, sehingga bisa suplai seluruh Maybrat,"
Sedangkan dua unit PLTMH lainnya belum dapat beroperasi secara penuh lantaran minimnya fasilitas pendistribusian listrik ke beberapa wilayah di Maybrat.
"Kemudian 2 PLTMH yang dibangun Rp 9 miliar di Kanisaba itu belum disuplai karena hambatan di tiang listrik dan kabel," terang Karel. (hns/hns)











































