Tragedi Chernobyl merupakan salah satu kecelakaan reaktor nuklir terbesar yang pernah ada sehingga saat ini kawasan tersebut kini terisolasi. Ada dampak positif maupun negatif yang bisa diambil dari peristiwa Chernobyl.
"Semua industri nuklir PLTN mendapatkan hal positif karena kejadian Chernobyl dikembangkan keselamatan akan lebih baik lagi," ujar Kepala Pusdiklat Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Sudi Ariyanto saat diskusi 30 tahun tragedi Chernobyl di Kantor Pusat Batan, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tempat tersebut para masyarakat yang datang bisa mempelajari tentang pemanfaatan energi nuklir dan sistem keamanannya.
"Di Chernobyl ada usaha untuk menjadi tempat itu menjadi layak yang dikunjungi, tempat wisata juga," tutur Sudi.
Terlepas dari pro kontra soal nuklir, energi nuklir memiliki spektrum yang luas dalam segi pemanfaatannya. Batan sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk pengembangan nuklir berupaya untuk menjadikan nuklir sebagai sumber energi yang aman untuk khalayak ramai.
"Batan memiliki sebuah moto nuklir untuk kesejahteraan. Di Indonesia belum ada PLTN tapi sudah ada reaktor," jelas Sudi.
Sejak 50 tahun lalu, Indonesia baru memiliki reaktor pertamanya di Bandung yang bernama Reaktor Triga 2000 yang baru dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan saja. (hns/hns)











































