PLN: Orang Kaya Terima Subsidi Listrik Rp 101.000/Bulan

PLN: Orang Kaya Terima Subsidi Listrik Rp 101.000/Bulan

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 27 Apr 2016 11:26 WIB
PLN: Orang Kaya Terima Subsidi Listrik Rp 101.000/Bulan
Foto: Istimewa/dok PLN
Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkapkan ada 22,7 juta pelanggan listrik 900 VA yang menerima subsidi rata-rata Rp 101.000/bulan. Dari jumlah itu, berdasarkan hasil verifikasi PLN, hanya 3,94 juta pelanggan yang layak disubsidi.

Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, menjelaskan 18,7 juta pelanggan listrik 900 VA sebenarnya adalah kelompok kaya.

Para pelanggan 900 VA yang termasuk kelompok kaya ini hanya membayar tagihan listrik rata-rata Rp 74.000/bulan. Konsumsi listrik rata-rata pelanggan 900 VA adalah 124 kWh/bulan, tarif listriknya Rp 585/kWh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga keekonomian bila tarif listrik tak disubsidi adalah Rp 1.352/kWh, sehingga ada subsidi Rp 815/kWh untuk kelompok kaya, totalnya Rp 101.000/bulan.

Menurut Benny, ini tak adil. Untuk pulsa telepon saja, kelompok ini menghabiskan kurang lebih Rp 150.000/bulan alias dua kali lipat dari biaya yang mereka bayar untuk listrik.

"Sebagian besar dari 22 juta pelanggan listrik 900 VA sebenarnya tidak layak menerima subsidi. Pulsa telepon per keluarga rata-rata Rp 150.000/bulan. Mereka bayar listrik cuma Rp 74.000/bulan, disubsidi pemerintah Rp 101.000/bulan," ujar Benny dalam diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Dia menambahkan, total subsidi listrik yang diterima oleh kelompok kaya bahkan lebih besar dibanding yang diterima kelompok miskin. Sebanyak 22,8 juta pelanggan listrik 450 VA yang merupakan masyarakat miskin, pemakaian listriknya rata-rata hanya 86 kWh/bulan.

Tarif listrik untuk pelanggan 450 VA adalah Rp 416/kWh, disubsidi pemerintah Rp 984/kWh. "Rekening listrik mereka per bulan rata-rata Rp 36.000/bulan, hanya menerima subsidi Rp 66.000/bulan," paparnya.

"Kelompok kaya seharusnya tidak layak menerima subsidi, tapi kenyataannya menikmati subsidi lebih besar dibandingkan dengan yang lebih berhak menerima subsidi," dia melanjutkan.

Karena itu, PLN menunggu keputusan pemerintah untuk membuat subsidi listrik tepat sasaran kepada masyarakat yang tidak mampu. "Pada 17 Maret 2016 kemarin verifikasi (data pelanggan) sudah selesai, kami menunggu tindak lanjutnya," pungkas Benny. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads