"Kita ada pertemuan dengan Chairman dan CEO dari Rosneft hari ini, perusahaan minyak rusia," kata Sudirman, saat ditemui usai diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/4/2016).
Sudirman menyambut baik kedatangan Rosneft. Investor dari mana saja yang berminat membangun kilang di Indonesia tentu akan diterima dengan senang hati. Yang penting memenuhi persyaratan dan memberi manfaat bagi negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini seleksi partner strategis Pertamina untuk pembangunan kilang di Tuban sudah tahap finalisasi. Rosneft salah satu calon yang masuk dalam tahap seleksi akhir.
"Saya mendengar dari Pertamina sudah ada proses seleksi di depan. Rosneft masuk dalam short list dan sedang dipertimbangkan. Yang sudah melalui proses kan Tuban ya. Tapi ya kita tunggu bagaimana mereka memenuhi persyaratannya," tukas Sudirman.
Sudirman juga membuka kesempatan bila Rosneft berminat berminat ikut pula dalam pembangunan kilang di Bontang. Pemerintah menyediakan insentif berupa lahan untuk investor yang mau membangun kilang di Tuban dan Bontang. Sampai saat ini belum ada insentif tambahan yang diminta oleh Rosneft.
"Belum sampai pembicaraan itu (insentif). Prinsipnya perusahaaan minyak itu melihat kita sebagai market potensial. Saya kira ke mana pun mereka akan kita pertimbangkan," ucapnya.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, menambahkan selain Rosneft masih banyak calon partner strategis Pertamina untuk pembangunan kilang Tuban. Pembangunan kilang Tuban diharapkan bisa dimulai 2017.
"Di Tuban calon partnernya ada dari Arab Saudi, Kuwait, China, Rusia, dan Jepang. Sekarang sedang tahap final. Kita berharap kilang di Tuban tahun depan sudah groundbreaking," tutupnya. (wdl/wdl)











































